// <![CDATA[ANALISIS SISTEM PROTEKSI PETIR (DIRECT) PADA RADOME PESAWAT TERBANG (Industri Pesawat Terbang Nusantara)]]> 0414085703 - Ir. Nasrun Hariyanto, M.T Dosen Pembimbing 1 0418067501 - Teguh Arfianto, ST., M,T. Dosen Pembimbing 2 IRFAN FERDIAN/112002126 Penulis
Petir merupakan gejala alam yang terjadi akibat adanya awan yang bermuatan yang menimbulkan medan listrik, jika medan listrik yang terjadi melebihi medan tembus udara, maka akan terjadi pelepasan muatan, pada saat itulah terjadi petir. Sambaran petir dapat merusak pada peralatan elektronik dan benda-benda disekitarnya. Salah satu alat transportasi yang rentan terhadap sambaran petir yaitu pesawat terbang, dimana peralatan pesawat terbang tersebut harus dilindungi dari induksi arus petir, maka untuk itu dilakukan sebuah analisis pada sistem proteksi petir (direct) khususnya pada radome pesawat terbang. Metodologi yang digunakan pada analisis sistem proteksi petir (direct) pada radome pesawat terbang ini adalah dengan studi literatur tentang pesawat terbang dan melakukan pengujian dengan menginjeksikan arus dan tegangan pada diverters strip. Pendesainan dan pengujian pada radome pesawat terbang dengan injeksi tegangan dan arus petir sebesar 350 Kv dan 200kA. Didapat suatu perhitungan tentang kuat medan listrik maksimum sebesar 156,67 Kv/m, kerapatan arus maksimum sebesar 444,4 kA dan daya hantar jenis bahan 987,6 kA/m, indikasi ini menunjukkan semkain besar arus yang di injeksi kan pada diverters strip maka semakin besar pula kerapatan arusnya, pada kuat medan listrik semakin panjang bahan diverters strip yang di injeksi dengan tegangan maka semakin menurun kuat medan listrik nya.