// <![CDATA[KAJIAN TEKNIS TURBIN ANGIN DAN FOTOVOLTAIK UNTUK SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK HIBRIDA ANGIN - SURYA KAPASITAS 20 KILOWATT]]> Dani Rusirawan, ST., MT., Ph.D M.PRAMUDA N.S, ST., MT Arinto Prabowo 12-2011-084 Penulis
Menggabungkan beberapa sistem pembangkit energi terbarukan merupakan cara untuk terus memanfaatkan potensi energi terbarukan di Indonesia yang salah satunya adalah Sistem Hibrida Energi Angin dan Energi Surya . Mengingat kedua sumber energi ini bersifat fluktuatif dan tidak kontinu maka dibutuhkan formula untuk mendapatkan kombinasi yang optimal dari sitem Hibrida ini. Untuk mendaptakan sistem hibrida yang optimal, diperlukan kajian aspek teknis yang berangkat dari kajian makro sistem hibrida angin-surya kapasitas 20 kW. Hasil dari kajian makro menunjukkan sistem hibrida, kombinasi yang dipilih adalah 19 kW FV dan 1 kW turbin Angin. Sistem Hibrida kapasitas 20 kW memproduksi energi sebesar 28544 kWh/tahun dimana FV memproduksi 98 % dari total listrik dan SKEA memproduksi 2 % listrik. Turbin angin yang dipilih pada simulasi tidak cocok karena memiliki kecepatan angin cut-in yang tinggi yaitu pada kecepatan angin 3 m/s, sedangkan dilokasi studi, kecepatan angin rata-rata 3 m/s hanya terjadi lima kali dalam setahun. Untuk meningkatkan produksi listrik turbin angin, langkah yang harus dilakukan adalah dengan menggunkan turbin angin yang memiliki Cut-in yang rendah yaitu kurang dari 3 m/s, salah satunya adalah Turbin Angin jenis poros Vertikal. Masalah pada Fotovoltaik terletak pada harga komponen yang mahal, walau dari segi produksi listrik, FV memiliki performansi yang baik. Untuk mengurangi Biaya FV salah satu solusinya adalah dengan menambah unit turbin angin karena harganya jauh lebih murah dan mengurangi unit FV, tanpa mengurangi produksi listrik