// <![CDATA[PERANCANGAN ALAT UJI GETARAN PAKSA PADA BATANG DENGAN TUMPUAN SEDERHANA]]> Liman Hartawan S.T., M.T. Ali Attamimi, ST.,MT. DEVIANTO RIZKY P 12-2010-066 Penulis
Getaran adalah gerak osilasi (bolak-balik) suatu benda yang melalui titik kesetimbangannya. Getaran dapat terjadi akibat adanya simpangan awal atau eksitasi (gangguan) dari luar. Getaran bebas terjadi karena adanya simpangan awal saja dan akan berhenti dengan sendirinya, berbeda dengan getaran paksa. Getaran paksa terjadi akibat adanya gangguan dari luar (eksitasi) secara terus menerus, sehingga getaran paksa tersebut akan terjadi secara kontinu selama sumber eksitasi masih bekerja. Sumber eksitasi ini dapat berupa gaya sentrifugal yang bekerja pada massa tak balance yang berputar. Getaran paksa terjadi pada frekuensi eksitasinya, maka apabila frekuensi sumber eksitasinya sama dengan frekuensi natural sistem, hal ini dapat mengakibatkan terjadinya resonansi pada struktur sistem tersebut sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada struktur. Hal ini harus dihindari, oleh karena itu perlu diketahui putaran kritis sistem, sehingga sistem tidak boleh beroperasi pada putaran kritis. Tujuan yang ingin dicapai dalam perancangan ini adalah: Memperoleh hasil rancangan alat uji getaran paksa secara teoritis, memperoleh putaran kritis yang terjadi pada sistem secara teoritis, memperoleh simpangan maksimum yang boleh terjadi pada sistem. Dari hasil perhitungan diperoleh data hasil perhitungan secara teoritis sebagai berikut:untuk kekakuan pegas 1 (k=996,923 N/m) frekuensi natural sistem adalah 23,7 (rad/s) dan putaran kritis sistem terjadi pada putaran 226,4 rpm dengan simpangan maksimum sebesar 0,030 m. Untuk kekakuan pegas 2 (k=1846,923 N/m) frekuensi natural sistem adalah 32,26 (rad/s) dan putaran kritis terjadi pada putaran 308,2 rpm dengan simpangan maksimum sebesar 0,041 m. Kata kunci : Getaran paksa, massa tak balance, putaran kritis.