// <![CDATA[STUDI PROTEKSI GANGGUAN HUBUNG TANAH STATOR GENERATOR DENGAN MENGGUNAKAN METODE HARMONIK KETIGA DI PT INDONESIA POWER UP SAGULING]]> Gary Andri Sepgianto/ 11 – 2011 – 085 Penulis Dr. Waluyo, M.T. Siti Saodah, M.T.
Generator sinkron merupakan peralatan yang dapat mengubah energi mekanik menjadi energi listrik, keandalan dan fungsi generator sangat penting maka dari itu generator perlu di proteksi agar mencegah terjadinya kerusakan dari gangguan yang tidak diinginkan. Gangguan yang terjadi pada generator salah satunya adalah hubung singkat satu fasa ketanah. Metode proteksi konvensional melindungi kurang lebih 95% generator, sedangkan 0-5% didekat netral tidak dapat terlindungi dari gangguan hubung tanah, oleh karena itu digunakan metode harmonisa ketiga untuk melindungi 0-5% tersebut agar generator terlindungi 100%. Dalam melakukan Tugas Akhir ini untuk menentukan karakteristik harmonisa ketiga dilakukan pada dua kondisi yaitu kondisi normal dan kondisi gangguan. Metode harmonisa ketiga pada kondisi gangguan menggunakan tiga skema, yaitu skema tegangan kurang, skema tegangan lebih, dan skema rasio tegangan dimana masing-masing skema tersebut tergantung dari kondisi pembebanan beban nol, beban ringan dan beban penuh. Tegangan harmonisa yang didapat saat beban nol sebesar 123,84 volt, Tegangan harmonisa saat beban ringan sebesar 70,59 volt, dan untuk tegangan harmonisa saat beban penuh didapat sebesar 247, 68 volt. Saat skema tegangan kurang besaran setting rele undervoltage yang ditentukan adalah sebesar 35-40 volt. Saat skema tegangan lebih besaran setting rele overvoltage yang ditentukan adalah sebesar 130-135 volt. Saat skema rasio tegangan, rasio V3t terhadap V3n saat kondisi normal adalah 0,81, daerah yang terlindungi pada skema ini sebesar 60 % dari netral generator.