<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="6191">
<titleInfo>
<title><![CDATA[IDENTIFIKASI KEBUTUHAN RUANG
DALAM UPAYA MENGEMBANGKAN WISATA BUDAYA
SENI PERTUNJUKAN TRADISIONAL]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ira Irawati, S.T., M.T.</namePart>
<role><roleTerm type="text"></roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ir. Yanti Helianty, M.T.</namePart>
<role><roleTerm type="text"></roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>KHAERUNNISA LARASHATI MAHMUD 24 2011 031</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penulis</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Teknik Planologi]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[FTSP]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2015]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Perkembangan pariwisata di dunia meningkat setiap tahunnya. Diantara
program pengembangan pariwisata yang diusulkan dalam United Nation World
Tourism Organization (UNWTO) untuk wilayah Asia Tenggara, salah satunya
difokuskan terhadap pengembangan wisata budaya sosial (UNWTO Annual Report,
2013). Wisata budaya adalah wisata yang memanfaatkan objek dan daya tarik budaya
dan kehidupan sosial yang meliputi museum, peninggalan sejarah, upacara adat, seni
pertunjukkan, dan kerajinan (Direktorat Jendral Pemerintah). Di Indonesia,
kebudayaan dianggap mampu menjadi fondasi yang kuat bagi industri pariwisata.
Kota Bandung yang merupakan Ibukota Provinsi Jawa Barat memiliki banyak
potensi wisata budaya khususnya kesenian tradisional yang berasal dari seluruh
pelosok Jawa Barat. Upaya pelestarian seni tradisional sebagai warisan budaya
dilakukan dengan penetapan seni tradisional sebagai salah satu potensi wisata yang
dapat dikembangkan. Terbatasnya ruang pengembangan wisata budaya seni
pertunjukkan tradisional di Kota Bandung menjadi salah satu kelemahan yang harus
diminimalisir.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan ruang dalam upaya
mengembangkan wisata budaya seni pertunjukan tradisional di Kota Bandung.
Melalui teknik wawancara dan pendekatan fenomenologi eksploratif, penelitian
kualitatif ini dimaksudkan untuk menemukan teori/ pengetahuan baru akan kebutuhan
ruang dalam proses penciptaan dan penyajian seni tradisi. Pengetahuan tersebut
diambil dari berbagai narasumber ahli di bidang seni dan tata ruang. Teknik
wawancara dirasa sangat tepat untuk penelitian ini dalam menujang tokoh inti dalam
bidang kesenian untuk memberikan masukan terhadap identifikasi kebutuhan ruang.
Identifikasi kebutuhan ruang ini melalui proses dan sasaran yang dituju
mengenai proses produksi dan promosi dalam seni pertunjukan. Setelah kegiatan
tersebut diketahui, maka kebutuhan ruang diidentifikasi dari masing-masing kegiatan
pada proses tersebut. Rumusan kebutuhan ruang dianalisis melalui beberapa teori
terkait dengan analisis yang dilakukan pada tahap sebelumnya.
Pengembangan dari sisi keruangan diikuti oleh pengembangan dari sisi
sumber daya manusia dalam hal penyajian karya seni juga tidak kalah penting untuk
diperhatikan. Sehingga diharapkan terciptanya generasi seniman yang berkulaitas
baik disamping ketersediaan ruang yang diupayakan. Karena sesungguhnya keduanya
akan selalu saling mempengaruhi. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi
pertimbangan dalam aplikasi perencanaan tata ruang di wilayah yang mempunyai
potensi seni budaya tradisional dengan tujuan mengembangakan potensi wisata
budayanya.</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[wisata budaya, seni pertunjukan tradisional, Kota ]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Open Source ETD System]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[541PL]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[541PL]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[My Library]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[541PL]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="3382" url="" path="/541PL.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[IDENTIFIKASI KEBUTUHAN RUANG DALAM UPAYA MENGEMBANGKAN WISATA BUDAYA SENI PERTUNJUKAN TRADISIONAL]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[6191]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2016-06-07 10:09:32]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2016-06-07 10:22:48]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>