// <![CDATA[IDENTIFIKASI FAKTOR – FAKTOR PENYEBAB PERUBAHAN PEMANFAATAN RUANG DI KECAMATAN PASIRWANGI]]> ERVINA SUKMADINATA 242011030 Penulis Dr. Sadar Yuni Raharjo, Ir.,MT
Pemanfaatan ruang merupakan upaya untuk mewujudkan struktur ruang dan pola ruang sesuai dengan rencana tata ruang dan pola ruang yang meliputi penyusunan dan penetapan rencana tata ruang. Dalam mendukung dan mengoptimalkan proses pembangunan yang berkelanjutan, Pemerintah telah menerapkan kebijakan dan peraturan terkait dengan pemanfaatan ruang dengan tujuan agar pemanfaatan ruang sesuai dengan rencana tata ruang yang ada, namun saat ini meskipun telah diterapkan instrumen – instrumen terkait pemanfaatan ruang, masih ada pembangunan yang dilakukan menyimpang dari kebijakan pemanfaatan ruang dan rencana tata ruang yang telah disusun. Fenomena tersebut dapat ditemukan di wilayah kajian Kecamatan Pasirwangi Kabupaten Garut yang saat ini telah dilakukan pembangunan kawasan budidaya berupa kawasan wisata yang dilakukan secara sporadis dan tidak terpola dengan baik, mengakibatkan terjadinya perubahan penggunaan lahan di kawasan tersebut. Persoalan lainnya adalah lokasi Kecamatan Pasirwangi Kabupaten Garut yang saat ini sedang marak dengan adannya pembangunan tempat wisata merupakan kawasan konservasi dan daerah aliran sungai bagian hulu sungai yang memiliki beragam fungsi dan manfaat. Oleh karena itu maka perlu dilakukan identifikasi faktor – faktor penyebab perubahan pemanfaatan ruang di Kecamatan Pasirwangi. Berdasarkan hasil analisis faktor – faktor penyebab perubahan pemanfaatan ruang di Kecamatan Pasirwangi menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) dan perhitungan nilai bobot kriteria dan sub kriteria diperoleh bahwa kriteria utama penyebab perubahan pemanfaatan ruang di Kecamatan Pasirwangi adalah faktor pengendalian pemanfaatan ruang tidak dijalankan dengan optimal dengan bobot sebesar 0.567 diikuti oleh kriteria kedua yaitu tidak sinkron antara rencana tata ruang dan implementasi dengan bobot sebesar 0.285 dan yang terakhir adalah kriteria peran serta masyarakat kurang dilibatkan dalam proses pemanfaatan ruang dengan bobot sebesar 0.148. Rekomendasi terhadap hasil penelitian ini adalah mengoptimalkan pengendalian pemanfaatan ruang di Kecamatan Pasirwangi dengan cara meningkatkan peraturan dan mekanisme perizinan, mengoptimalkan pengawasan pemanfaatan ruang, dan pengenaan sanksi kepada pihak – pihak yang melanggar ketentuan dalam kebijakan pemanfaatan ruang di Kecamatan Pasirwangi