// <![CDATA[PENGARUH KEGIATAN INDUSTRI TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI WILAYAH PERI-URBAN KAWASAN METROPOLITAN BANDUNG RAYA]]> Yanti Budiyantini, Ir., M.Dev.Plg. Ira Irawati, S.T., M.T. LISDA DAMAYANTI / 242011014 Penulis
Pembangunan kawasan industri ditujukan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, memberikan kemudahan untuk kegiatan industri, mendorong pertumbuhan kegiatan industri serta berwawasan lingkungan. Pengembangan dan pembangunan industri di wilayah peri-urban mengakibatkan terjadinya alih fungsi lahan pertanian menjadi non pertanian, seperti permukiman, jalan, pasar, pertokoan dan lain-lain. Hal ini disebabkan karena pembangunan dan pengembangan kawasan industri akan disertai oleh aspek pengganda terhadap kegiatan lainnya sehingga secara tidak langsung akan memberikan pengaruh terhadap sosial ekonomi masyarakat. Suatu industri akan membutuhkan sarana dan prasarana penunjang lainnya, sehingga pada akhirnya akan membentuk suatu wilayah yang mengarah pada terbentuknya suatu kota baru. Dalam jangka panjang, lahan pertanian yang ada di kota baru tersebut akan menyusut sehingga kegiatan yang dominan bukan lagi pertanian, tetapi kegiatan industri, perdagangan dan jasa. Studi ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh jumlah industri terhadap sosial ekonomi di Wilayah Peri- Urban Metropolitan Bandung Raya dengan menggunakan metode analisis regresi linier sederhana. Hasil analisis menunjukan bahwa kegiatan industri besar berpengaruh terhadap variabel PDRB perkapita dan jumlah tenaga kerja sektor urban dengan besaran pengaruh industri besar adalah 22 % dan 23 %. Kegiatan industri sedang berpengaruh terhadap variabel PDRB perkapita dan jumlah tenaga kerja sektor urban dengan besaran pengaruh masing-masing 14 %. Kegiatan industri kecil berpengaruh terhadap variabel rata-rata lama sekolah dengan besaran pengaruh industri kecil adalah 43 %. Berdasarkan hasil studi dapat disimpulkan bahwa secara umum kegiatan industri di wilayah peri-urban Metropolitan Bandung Raya tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap sosial ekonomi wilayah peri-urban, kecuali pada beberapa variabel yang telah disebutkan di atas.