// <![CDATA[KAJIAN RTH DAN RTNH BERDASARKAN PERSEPSI PENGGUNA KAWASAN PERKANTORAN (Studi Kasus:]]> Ira Irawati, S.T., M.T. Esha Meysandi Ermaya / 24-2008-004
Kawasan perkantoran merupakan kawasan yang padat akan aktivitas baik aktivitas formal ataupun non-formal. Kawasan perkantoran membutuhkan ruang terbuka yang diperuntukkan untuk kesejahteraan orang-orang yang melakukan kegiatan di dalamnya. Ruang terbuka pada kawasan perkantoran dapat meredamn stress yang timbul. Timbulnya stress ini dapat diakibatkan oleh kebisingan, polusi, kepadatan, pertengkaran birokrasi yang mengakibatkan penurunan kualitas kerja, sehingga peran ruang terbuka di kawasan perkantoran sangatlah penting. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah mengkaji ruang terbuka yang dapat mengoptimalkan fungsi dan ruang yang tersedia, sehingga apa yang dibutuhkan pengguna kawasan dapat terpenuhi dengan lahan yang tersedia. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif di mana data dikumpulkan, disusun, dan diinterpretasikan. Metode analisis deskriptif digunakan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting kawasan kajian. Untuk menganalisis persepsi dan harapan pengguna kawasan, digunakan metode placemaking yang dapat membentuk ruang atas dasar kebutuhan pengguna kawasan. Hasil penelitian menunjukkan ruang yang sudah ada belum dapat memenuhi kebutuhan pengguna kawasan sehingga terdapat ruang yang ada tidak termanfaatkan. Ruang yang tidak termanfaatkan merupakan bagian dari ruang terbuka terbuka pada kawasan kajian dan perlu adanya tindak lanjut berupa pemeliharaan terutama RTH pekarangan, RTH jalur hijau jalan, dan RTH ruang pejalan kaki. Pengguna kawasan menginginkan penambahan fasilitas di RTH jalur hijau, RTH ruang pejalan kaki, dan RTNH koridor. Adapun ruang terbuka yang belum dibangun berupa taman dan lapangan olahraga yang dibutuhkan pengguna kawasan di kawasan perkantoran. Dengan terbentuknya ruang berdasarkan kebutuhan, maka tidak akan ada ruang yang tidak termanfaatkan. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan dalam perancangan ruang terbuka berbasis kebutuhan pengguna kawasan.