// <![CDATA[GREEN LIFESTYLE DALAM EFISIENSI ENERGI DI KOTA BANDUNG]]> SRI FERSNEY HEDWINANTO / 24-2011-010 Penulis Ira Irawati S.T.,M.T. 0406058902 - Isro Saputra S.T.,M.T.
Masalah tentang pemanasan global dan lingkungan menjadi permasalahan utama seluruh negara di berbagai belahan dunia. Hal ini ditunjukkan dari semakin memburuknya kualitas lingkungan hidup. Hampir di setiap negara telah menyatakan peningkatan suhu yang signifikan secara global. Hal ini membuat manusia mengatasi kondisi pemanasan global tersebut dengan menggunakan alat pendingin udara (AC). Akan tetapi hal ini bukan solusi terbaik bagi manusia karena akan menimbulkan permasalahan baru yang dampaknya akan dirasakan pada beberapa waktu yang akan datang. Oleh karena itu diperlukan perubahan sikap dan perilaku dalam penggunaan sumber daya untuk mengurangi kerusakan terhadap lingkungan. Salah satu caranya adalah dengan perilaku hijau atau gaya hidup hijau (green lifestyle). Gaya hidup hijau adalah gaya hidup yang memperhatikan keseimbangan alam, konservasi, dan preservasi sumber daya alam. Masalah penghematan energi adalah masalah pola konsumsi, yang datang dari diri kita. Efisiensi tidak bisa dilakukan oleh aparatur negara saja atau yang sifatnya konstitusional, tetapi harus dilakukan orang per orang. Maka, yang harus diubah adalah perilaku. Manusia melakukan beberapa gerakan salah satunya adalah dengan gaya hidup hijau. Gaya hidup hijau ini diharapkan dapat mengubah gaya hidup masyarakat pada umumnya untuk lebih memikirkan tentang kondisi sumber daya serta melakukan konservasinya untuk menjaga keseimbangan alam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perilaku dan gaya hidup masyarakat dalam mengkonsumsi sumber daya berdasarkan kegiatan sehari-hari dan dukungan kebijakan terhadap perilaku masyarakat. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif untuk menjelaskan perilaku-perilaku dan gaya hidup masyarakat dalam mengkonsumsi sumber daya serta mengidentifikasi dukungan kebijakan pemerintah terhadap perilaku masyarakat. Selain itu juga digunakan analisis tabulasi silang untuk melihat hubungan usia, jenis kelamin, status pernikahan, tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan dengan variabel efisiensi dan konservasi energi dan konservasi air. Berdasarkan hasil analisis maka didapatkan kesimpulan bahwa walaupun sudah mengetahui tentang penghematan sumber daya, implementasi yang dilakukan belumlah maksimal dan dukungan kebijakan pemerintah belum spesifik terhadap perilaku hemat sumber daya.