// <![CDATA[STUDI PERSEPSI PENYEDIAAN AIR BERSIH KOMUNAL DI KELURAHAN SUNGAI JANG]]> PUTRI NICHA CINTASIH 242011008 Penulis Enni Lindia Mayona, S.T., M.T., Isro Saputra, S.T., M.T.,
Perkembangan dan pertumbuhan suatu kota menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan air bersih. Permasalahan dalam penyediaan air bersih yang terjadi yaitu adanya keterbatasan kuantitas air bersih yang didistribusikan,kualitas air bersih yang buruk, serta kontinuitas distribusi air bersih. Masalah tersebut diantaranya disebabkan oleh menurunnya debit air baku pada musim kemarau, hanya terdapat satu sumber air baku, serta permasalahan teknis seperti kerusakan pipa distribusi. Masalah ini juga terjadi di Kelurahan Sungai Jang, yang menyebabkan masyarakat mencari cara lain untuk memenuhi kebutuhan air bersihnya, yaitu dengan cara memanfaatkan air tanah seperti pembuatan sumur dangkal dan sumur air tanah dalam, bahkan ada juga yang membeli air bersih dari mobil tangki air dan membuat sistem penampungan air hujan. Penggunaan sumur air tanah dalam secara berlebihan akan menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan. Ketersediaan suatu sistem air bersih yang berkelanjutan dibutuhkan agar terpenuhinya kebutuhan air bersih bagi kehidupan masyarakat dapat dilakukan secara terus menerus. Salah satu bentuk sistem air bersih berkelanjutan yang dapat diterapkan ialah dengan penyediaan sistem air bersih secara komunal. Peran dan partisipasi masyarakat menjadi salah satu faktor yang penting dalam penyediaan air bersih komunal. Penyediaan air bersih komunal dapat dilakukan dengan pembuatan sumur air tanah dalam yang baru atau dengan memanfaatkan sumur air tanah dalam yang telah digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi penyediaan air bersih komunal di Kelurahan Sungai Jang. Analisis yang digunakan ialah analisis stastistik deskriptif dengan menggunakan alat analisis distribusi frekuensi dan tabulasi silang. Berdasarkan hasil analisis, terdapat kesediaan dan partisipasi masyarakat serta lembaga masyarakat dalam penyediaan dan pemeliharaan air bersih komunal yang akan disediakan. Namun, kemampuan biaya masyarakat dalam pembangunan dan penggunaan air bersih komunal dengan pembuatan sumur air tanah dalam yang baru masih rendah dari apa yang telah ditentukan. Adanya keterbatasan biaya dalam penyediaan air bersih komunal, maka disarankan penyediaan air bersih komunal ini dengan memanfaatkan sumber air tanah dalam yang telah digunakan masyarakat secara individu. Sehingga, dapat memperkecil kebutuhan biaya pembangunan awal dalam penyediaan air bersih komunal. Terdapat 5 rekomendasi lokasi sumur air tanah dalam yang dapat dimanfaatkan untuk penyediaan air bersih komunal