PROBABILITAS PERALIHAN MODA PENGGUNA SEPEDA MOTOR PRIBADI KE MODA MONORAIL DI KOTA BANDUNG
Kota Bandung sebagai pusat dalam Bandung Metropolitan Area menarik pergerakan penduduk perhari yang sangat besar. Kondisi tersebut menyebabkan jaringan jalan sering terjadi kemacetan lalu lintas. Kemacetan yang terjadi menyebabkan kerugian yang sangat besar, baik dari segi biaya maupun dari segi waktu. Penyebab utama kemacetan di Kota Bandung adalah dominasi moda angkutan pribadi dengan pada tahun 2012 pengguna motor terdapat sebanyak 57,23%, pengguna mobil 31,02% dan angkutan umum 11,76%.
Rencana pengembangan monorail di Kota Bandung merupakan salah satu upaya untuk memecahkan solusi di atas. Pembangunan monorail tidak dapat menjadi solusi kemacetan di Kota Bandung apabila moda monorail tidak dapat dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu diperlukan studi untuk mengetahui probabilitas peralihan moda pengguna moda sepeda motor pribadi berdasarkan atribut-atribut pelayanan transportasi yang sebaiknya dimiliki moda angkutan umum dan khususnya monorail di Kota Bandung.
Atribut-atribut pelayanan yang mempengaruhi pemilihan moda transportasi bagi para pengguna kendaraan pribadi dikelompokan menjadi dua faktor yaitu faktor kuantitatif dan faktor kualitatif. Faktor kuantitatif terdiri dari atribut waktu perjalanan moda dan biaya perjalanan. Sedangkan faktor kualitatif terdiri dari tingkat keselamatan dan keamanan penumpang dan barang, kemudahan menjangkau moda, kenyamanan moda, ketepatan waktu moda, dan kepuasan terhadap biaya. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah survey primer dan sekunder. Survey primer dilakukan berupa penyebaran kuesioner kepada 100 responden pengguna sepeda motor pribadi. Survey sekunder dilakukan ke dinas perhubungan. Metode analisis yang dilakukan adalah analisis studi literatur, statistik desktiprtif, dan regresi logit binomial.
Berdasarkan uji signifikansi dan estimasi parameter, atribut yang berpengaruh terhadap peluang pemilihan moda kendaraan sepeda motor pribadi dan monorail dengan kendaraan sepeda motor pribadi sebagai based reference adalah biaya total, tingkat keamanan dan tingkat kepuasan terhadap biaya.
Probabilitas terpilihnya moda monorail dengan kendaraan sepeda motor pribadi sebagai based reference adalah 0,877, sedangkan probabilitas kendaraan sepeda motor pribadi adalah 0,123. Dengan demikian, jika moda monorail tersebut dibangun sesuai dengan rencana, maka 87,7% responden pengguna kendaraan motor pribadi akan memilih angkutan tersebut untuk melakukan pergerakan.
Berdasarkan hasil analisis sensitivitas probabilitas peralihan moda antara moda kendaraan pribadi dengan moda monorail, diketahui bahwa atribut biaya total dan tingkat keamanan dan tingkat kepuasan biaya merupakan atribut sensitif yang dapat mempengaruhi probabilitas peralihan moda dari moda kendaraan sepeda motor pribadi ke moda monorail.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2015).PROBABILITAS PERALIHAN MODA PENGGUNA SEPEDA MOTOR PRIBADI KE MODA MONORAIL DI KOTA BANDUNG ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.PROBABILITAS PERALIHAN MODA PENGGUNA SEPEDA MOTOR PRIBADI KE MODA MONORAIL DI KOTA BANDUNG ().Teknik Planologi:FTSP,2015.Text
MLA Style
.PROBABILITAS PERALIHAN MODA PENGGUNA SEPEDA MOTOR PRIBADI KE MODA MONORAIL DI KOTA BANDUNG ().Teknik Planologi:FTSP,2015.Text
Turabian Style
.PROBABILITAS PERALIHAN MODA PENGGUNA SEPEDA MOTOR PRIBADI KE MODA MONORAIL DI KOTA BANDUNG ().Teknik Planologi:FTSP,2015.Text