// <![CDATA[PENGOLAHAN LINDI DENGAN MENGGUNAKAN ADVANCED OXIDATION PROCESS (AOP) BERBASISKAN OZON (O3/H2O2) DENGAN PENAMBAHAN ZEOLIT PADA KONTAKTOR]]> Putri Safria / 25-2011-016 Penulis Moh. Rangga Sururi S.T., M.T Siti Ainun S.T.,S.Psi.,M.Sc
Pengolahan lindi TPA Sarimukti dengan menggunakan Advanced Oxidation Process (O3/H2O2) dengan dosis hidrogen peroksida (H2O2) 1,197 g/L memiliki efisiensi penyisihan parameter COD hanya sebesar 55,97%. Hal ini disebabkan karena mengunakan H2O2 saja kurang menginisiasi proses dekomposisi ozon menjadi OH radikal (OH●). Zeolit merupakan adsorben yang dapat dimanfaatkan sebagai katalis pada proses ozonisasi. Sifat permukaan zeolit sebagai katalis dipengaruhi oleh pH larutan yang menunjukkan aktivitas katalitik pada pH asam namun sampel lindi memiliki pH yang basa. Penelitian ini bertujuan untuk menggabungkan H2O2 dan zeolit yang diperkirakan dapat membantu menginisisiasi dan mempercepat pembentukan OH● sehingga dapat meningkatkan efektifitas proses ozonisasi. Penelitian dilakukan pada reaktor semi-batch bervolume 500 mL. Oksigen dari udara bebas dengan debit 3 L/menit disuplai menggunakan aerator ke ozone generator untuk menghasilkan ozon. Ozon dikontakkan di ozone contactor dengan sampel lindi sebanyak 250 mL dan dosis H2O2 1,197 g/L. Penambahan zeolit dilakukan dengan variasi berat yaitu 0,5 gram, 2,5 gram dan 4,5 gram di dalam ozone contactor. Hasil penelitian menunjukan bahwa pH menjadi naik yang mengindikasikan adanya inisiator ion hidroksida dan menurunnya inhibitor karbonat/bikarbonat. Hasil terbaik ditunjukkan pada penambahan zeolit dengan variasi 4,5 gram (AOP-K-4,5) dengan efisiensi penyisihan untuk DHL adalah 23%, Kekeruhan adalah 57,14%, UV254 adalah 28,68%, COD adalah 88,89%, Ammonium adalah 66,30% dan Nitrat mengalami peningkatan. Berdasarkan perbandingan ozon : H2O2 : zeolit yaitu : 1 : 36 : 278 menunjukkan bahwa zeolit dan H2O2 sangat berperan dalam menginisiasi dan mempercepat proses dekomposisi ozon menjadi OH●. Semakin banyak zeolit yang ditambahkan semakin tinggi peningkatan efisiensi penyisihan namun belum ditemukan berat penambahan zeolit yang optimum.