// <![CDATA[ANALISIS KONTAMINASI LOGAM BERAT TEMBAGA (Cu) DAN NIKEL (Ni) DI AIR DAN SEDIMEN PERMUKAAN:]]> Eka Wardhani, S.T., M.T. SASTI RAHMILIA / 25-2011-030 Penulis
Waduk Saguling sudah tercemar logam berat dari aktivitas manusia dan berbagai limbah industri di sepanjang DAS Citarum. Saat ini air di Waduk Saguling direncanakan dijadikan sumber air baku untuk wilayah cekungan Bandung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan logam berat Cu dan Ni di air permukaan dan sedimen Waduk Saguling, serta menentukan kualitas sedimen waduk menggunakan metode PERI. Konsentrasi logam Cu dalam air sudah melebihi standar baku mutu kecuali stasiun 7 Muara Cijere dengan 0,02 mg/L, sehingga stasiun yang memiliki konsentrasi logam Cu tertinggi hingga yang terendah adalah pada stasiun 6>2>1b>1a>10a>3>10b>9>8>4>5>7. Konsentrasi logam Cu tertinggi di sedimen terdapat pada stasiun 1A Nanjung dengan 76,167 mg/kg dan stasiun 1B Batujajar dengan 76,5 mg/kg. Konsentrasi logam Ni dalam air yang memenuhi standar baku mutu adalah stasiun 3 Cimerang dengan 0,0122 mg/L, stasiun 6 Muara Ciminyak dengan 0,0121 mg/L, dan stasiun 7 Muara Cijere dengan 0,0118 mg/L, sehingga konsentrasi logam Ni tertinggi hingga terendah adalah stasiun 1A>10b>2>8>5>1b>9>10a>6>7>3. Konsentrasi logam Ni dalam sedimen Waduk Saguling masih memenuhi standar mutu. Berdasarkan perhitungan PERI, rata-rata konsentrasi Cu di dalam sedimen di Waduk Saguling 286,469 mg/kg, maka status logam Cu adalah moderate risk atau risiko sedang. Rata-rata konsentrasi Ni di dalam sedimen adalah 37,994 mg/kg, maka status logam Ni adalah low risk atau risiko rendah.