// <![CDATA[KAPASITAS REAKTOR DOUBLE CHAMBER ELECTROLYTIC CELL (DCEC) DALAM PROSES ELEKTRODEPOSISI NIKEL]]> Djaenudin, S.T., M.T. MOHAMMAD ARDITYA RAMDHAN 252011005 Penulis Dr. Ir. Etih Hartati, M.T.
Perkembangan industri pelapisan logam semakin meningkat. Salah satunya terjadi pada industri pelapisan logam berbasis nikel. Hal ini berdampak pada peningkatan kuantitas limbahnya yang tergolong limbah B3. Selain itu nikel menjadi fokus penelitian karena hanya 30-40% nikel yang digunakan dalam pelapisan logam dengan konsentrasi rata-rata lebih dari 2.000 mg/L. Pengolahan limbah menjadi pilihan guna memenuhi kualitas limbah yang dipersyaratkan KepMen LH No. 51 Tahun 1995 sebesar 1 mg/L. Teknik pengolahan yang digunakan yaitu elektrodeposisi karena mampu mendaur ulang limbah secara efektif (Dermentzis, 2010) dan logam yang terdeposisi merupakan logam murni serta ramah lingkungan (Doan dkk, 2009). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kapasitas reaktor Double Chamber Electrolytic Cell (DCEC) dalam menyisihkan limbah nikel, karena selama ini [Ni2+] yang digunakan rata-rata sebesar 2.000 mg/L. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui kondisi optimum yang diperlukan pada proses elektrodeposisi nikel, karena setiap proses dalam industri diharapkan berjalan secara efisien. Variasi [Ni2+] yang digunakan yaitu sebesar 2000, 4000, 6000, 8000, dan 10000 mg/L. Hasil dari variasi tersebut menunjukan bahwa reaktor DCEC mampu menyisihkan nikel hingga 8.241,79 mg/L dari [Ni2+] 10.000 mg/L selama 72 jam percobaan. Optimasi proses dilakukan pada Variasi [Na2SO4]katolit dan variasi pH Awal Katolit diperoleh kondisi optimum pada proses elektrodeposisi yaitu pada kondisi tanpa penambahan Na2SO4 dengan pH awal katolit 6.