PERENCANAAN UNIT PENGOLAHAN AIR MINUM DI KECAMATAN SUMEDANG SELATAN
Pasokan air minum berkualitas di Kecamatan Sumedang Selatan hingga saat ini
masih kurang. Hal ini berbanding terbalik dengan semakin meningkatnya
pertumbuhan penduduk pertahunnya. Sehingga perlu adanya pemenuhan air
minum baik kualitas maupun kuantitasnya. Pemenuhan kualitas yang dimaksud
dilakukan dengan membangun unit pengolahan air minum yang baru dengan
periode perencanaan selama 20 tahun (2015–2035). Sedangkan pemenuhan
kuantitas yaitu dengan memanfaatkan dua sumber yang dapat digunakan yaitu
Mata Air Ciguling (40 Lt/det) sebagai sumber eksisting dan Sungai Citekin
(195,97 Lt/det) sebagai sumber perencanaan. Dari hasil proyeksi, jumlah
penduduk pada tahun 2035 sebanyak 117.758 penduduk, dengan kebutuhan
maksimum per hari 177,11 Lt/det. Debit yang akan diolah pada perencanaan ini
sebanyak 137,11 Lt/det dari Sungai Citekin karena adanya pengurangan dari Qmin
40 Lt/det di Mata Air Ciguling. Kualitas air Sungai Citekin terdapat 5 parameter
yang melebihi standar baku mutu yaitu Total Suspended Solid (TSS), kekeruhan,
besi, mangan dan fecal coli. Hasil analisis ditentukan unit pengolahan pada
alternatif 1 dengan menggunakan metode Weight Rating Technique (WRT) yaitu
intake, koagulasi, flokulasi dengan dosis PAC 40 mg/lt, sedimentasi, filtrasi dan
desinfeksi dengan RAB yang diperlukan sebesar Rp 4.500.000.000.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2016).PERENCANAAN UNIT PENGOLAHAN AIR MINUM DI KECAMATAN SUMEDANG SELATAN ().Teknik Lingkungan:FTSP
Chicago Style
.PERENCANAAN UNIT PENGOLAHAN AIR MINUM DI KECAMATAN SUMEDANG SELATAN ().Teknik Lingkungan:FTSP,2016.Text
MLA Style
.PERENCANAAN UNIT PENGOLAHAN AIR MINUM DI KECAMATAN SUMEDANG SELATAN ().Teknik Lingkungan:FTSP,2016.Text
Turabian Style
.PERENCANAAN UNIT PENGOLAHAN AIR MINUM DI KECAMATAN SUMEDANG SELATAN ().Teknik Lingkungan:FTSP,2016.Text