// <![CDATA[PEMBANGUNAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENGAJUAN KREDIT MOBIL DENGAN MEMBANDINGKAN METODE SAW DAN PROMETHEE]]> Mira Musrini Barmawi, S.Si., MT. Dian Afritama 15-2011-044 Penulis Yusup Miftahuddin, SKom., MT.
Leasing atau sewa guna usaha adalah setiap kegiatan pembiayaan perusahaan dalam bentuk penyediaan barang-barang modal untuk digunakan oleh suatu perusahaan atau perseorangan untuk jangka waktu tertentu.Semakin tingginya minat masyarakat untuk mendapatkan kredit, membuat pihak perusahaan kesulitan dalam menentukan siapa saja yang layak menerima kredit. Menilai suatu proposal kredit, bukanlah hal yang mudah karena melibatkan banyak faktor yang harus dipertimbangkan dan dianalisis dengan tepat, cermat, namun cepat. Selama ini penilai pengajuan kredit masih secara manual tanpa melalui analisis yang sistematis. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) merupakan salah satu cara untuk menjawab permasalahan tersebut. Sistem menggunakan metode PROMETHEE (Preferences Ranking Organization Method For Enrichment Evaluation) dan di bandingkan dengan metode SAW (Simple Additive Weighting) sebagai penentu keputusan. Konsep dasar metode SAW adalah mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif pada semua atribut. Sedangkan metode Sedangkan PROMETHEE suatu metode penentuan urutan (prioritas) dalam analisis multikriteria. Kriteria yang digunakan dalam PROMETHEE adalah penggunaan kriteria dengan prefensi linear. Metode PROMETHEE digunakan dalam penelitian ini karena kesederhanaan, kejelasan, dan kestabilannya dalam mendukung pengambilan keputusan.Hasil akhir dari SPK dengan membandingkan metode SAW dan PROMETHEE akan menampilakan nilai prioritas tertinggi dari beberapa calon debitur. Dari hasil pengujian aplikasi sistem pendukung keputusan menampilkan hasil yang sama pada kedua metode dikarenakan memiliki karakteristik perhitungan yang sama.