// <![CDATA[IDENTIFIKASI SUARA TANGISAN BAYI MENGGUNAKAN LPC (LINEAR PREDICTIVE CODING) DAN PROSES MATCHING DENGAN ALGORITMA EUCLIDEAN DISTANCE]]> Irma Amelia Dewi, S.Kom.,MT. Andriana Zulkarnain., ST., MT. Penulis Ayu Aprilia Lestari 15-2011-022 Penulis
Komunikasi verbal pertama yang dikuasai bayi adalah menangis. Tangisan ini sebagai komunikasi dengan manusia dewasa untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya serta untuk menanggapi situasi tertentu. Penelitian yang dilakukan oleh Priscilla Dunstan dari tahun 1998 sampai 2006 telah berhasil menemukan bahasa yang dimiliki oleh semua bayi di seluruh dunia usia 0-3 bulan. Bahasa tersebut dikenal dengan sebutan Dunstan Baby Language-DBL. Terdapat lima bahasa bayi versi DBL yaitu: “neh” berarti lapar, “owh” berarti lelah yang mengindikasikan bayi sudah mulai mengantuk, “eh” berarti ingin bersendawa, “eairh” berarti nyeri (ada angin) di perut, dan “heh” berarti tidak nyaman (bisa karena popoknya basah, udara terlalu panas atau dingin, atau hal lainnya). Untuk mengidentifikasi suara tangisan bayi, maka dibuatlah sebuah aplikasi untuk memahami arti dari suara tangisan bayi. Aplikasi yang dibangun menggunakan metode LPC (Linear Predictive Coding) dalam pengekstraksian suara dan pencocokan pola dengan algoritma Euclidean Distance. Aplikasi identifikasi tangisan bayi diawali dengan merekam/memasukkan file suara tangisan bayi lalu diekstraksi ciri dan disimpan kedalam database yang digunakan sebagai data latih. Kemudian pengguna merekam/memasukkan file suara tangisan bayi uji dan sistem mencocokan dengan data latih menggunakan Euclidean Distance. Aplikasi ini dapat mengidentifikasi suara tangisan bayi dengan hasil pencocokan didapat persentase sebesar 76% suara tangisan bayi uji yang teridentifikasi dengan benar.