// <![CDATA[PEMODELAN DAN SIMULASI PENCAIRAN GAS ALAM DENGAN PERSAMAAN KEADAAN PATEL–TEJA DAN PENENTUAN TETAPAN KESETIMBANGAN BERDASARKAN KORELASI STANDING]]> Marthen Luther Doko, Ir., MT Dyah S. Pertiwi, ST., MT., Ph.D Ruckie Wa Sholatha/ 14-2011-058 Penulis Eva Fauziyah/ 14-2011-086 Dosen Pembimbing 1
Pemodelan dan simulasi sangat penting untuk memperkirakan performance dari suatu proses. Salah satunya pada proses pencairan gas alam. Dalam proses tersebut, pemodelan dan simulasi digunakan untuk memperkirakan pengaruh komposisi gas alam terhadap komposisi produk LNG, suhu keluar kompresor dan throttling, serta jumlah utilitas seperti chilled water dan refrijeran. Komposisi yang divariasikan diperoleh dari beberapa sumber diantaranya PT Badak, PT Pertamina Arun, Libya, USA, dan Jerman. Saat memodelkan, dibutuhkan suatu persamaan keadaan untuk menganalisis perilaku gas alam pada kondisi nyata yang berupa sifat-sifat termodinamikanya. Pada penelitian ini persamaan keadaaan yang digunakan yaitu persamaan keadaan Patel–Teja yang telah dimodifikasi dari persamaan sebelumnya sehingga dapat meminimalkan kesalahan antara parameter dalam percobaan dengan hasil perhitungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat simulasi dari model yang dibuat dengan input komposisi gas alam dan perbandingan kompresi dari sistem kompresor yang disusun menggunakan persamaan keadaan Patel–Teja dan konsep termodinamika yang terkait. Selain itu, untuk mengetahui perubahan (gangguan) tekanan pada sistem perpipaan digunakan pendekatan Analisis Transien. Metode yang digunakan dalam model statik adalah metode Newton Raphson, integrasi Romberg, metode trapezoidal, dan Simpson. Dari hasil simulasi disimpulkan bahwa suhu keluar kompresor dan throttling valve, daya kompresor serta massa chilled water dan refrijeran semakin menurun jika komposisi metana umpan semakin besar.