// <![CDATA[PEMBUATAN ETANOL DARI TANAMAN ECENG GONDOK SECARA BATCH DENGAN BIOREAKTOR TANGKI BERPENGADUK]]> Ronny Kurniawan, S.T., M.T. S. Juhanda, Ir., M.Eng. Rizki Dermawan/ 14-2011-066 Dosen Pembimbing 1 Ardi Wigena/ 14-2011-082 Dosen Pembimbing 1 R.P. Muhammad Tofik H.P./14-2011-020 Penulis
Eceng gondok (Eichornia crassipes) merupakan tanaman sejenis gulma air dari famili Pontederiaceae. Dengan intensitas perkembang biakannya yang tinggi, biasanya menjadi tanaman yang dominan tumbuh di suatu kawasan perairan yang dapat menutupi sebagian besar kawasan perairan tersebut dan sering menjadi masalah utama. Di sisi lain, tanaman eceng gondok memiliki kandungan selulosa sebesar 32,94 %-b dan hemiselulosa sebesar 29,22 %-b sehingga berpotensi untuk dapat dijadikan bahan baku dalam pembuatan bio-etanol. Sebelum melalui tahap fermentasi untuk menghasilkan etanol, eceng gondok harus diberi perlakuan awal terlebih dahulu berupa proses hidrolisis untuk memecah selulosa dan gula kompleks menjadi gula sederhana (glukosa). Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh etanol dari eceng gondok dan menentukan jenis hidrolisis terbaik ditinjau dari konsentrasi etanol dan yield etanol yang dihasilkan. Proses hidrolisis asam pekat menggunakan asam klorida (HCl) 37% dengan pH 1 selama 50 menit pada temperatur 950C . Sedangkan untuk hidrolisis enzimatik menggunakan jamur yaitu Trichoderma reesei yang diaduk selama 60 jam pada temperatur 500C. Setelah tahap hidrolisis selesai, bahan difermentasi menggunakan ragi Saccharomyces cerevisiae selama 3, 7, dan 12 hari (batch) dengan menggunakan bioreaktor tangki berpengaduk pada temperatur 300C yang dilanjutkan dengan proses distilasi. Peningkatan konsentrasi glukosa menjadi 11,50 g/L (hasil hidrolisis asam pekat) dan 14,83 g/L (hasil hidrolisis enzimatik) dari konsentrasi glukosa awal pada eceng gondok sebesar 0,92 g/L diperoleh berdasarkan hidrolisis asam menghasilkan konsentrasi etanol sebesar 1,72 – 2,85 %(v/v) dan yield tertinggi 0,70% berdasarkan berat eceng gondok basah. Sedangkan hasil berdasarkan hidrolisis enzimatik menghasilkan konsentrasi etanol sebesar 2,09 – 3,49 %(v/v) dan yield tertinggi 0,86% berdasarkan berat eceng gondok basah.