// <![CDATA[PENGARUH ZAT ADITIF DI DALAM BLENDED CEMENT TERHADAP SIFAT MEKANIK BETON]]> Marthen Luther Doko, Ir., MT. Suparman Juhanda, Ir., M.Eng. RACHMI AYU ANGGRAINI /14-2011-009 Penulis RORO SHELLY PUTRI MENTARI 14-2011-013 Dosen Pembimbing 1
Semen ialah salah satu komponen terpenting dalam konstruksi pembangunan atau pembuatan beton. Selain murah, semen merupakan perangkat utama sebagai perekat yang baik dan tahan lama. Berkaitan dengan isu lingkungan yaitu pencemaran yang dihasilkan dari industri semen terutama adanya emisi gas CO2 maka perlu dilakukan upaya agar emisi tersebut dapat dikurangi. Salah satu cara untuk mengurangi emisi gas tersebut adalah dengan menambahkan zat aditif terhadap semen yang diproduksi untuk membentuk blended cement, sehingga emisi CO2 persatuan berat blended cement menjadi lebih kecil. Penambahan zat aditif perlu mempertimbangkan sifat-sifat mekanik blended cement. Mengingat hal itu, telah dilakukan penelitian pengaruh jenis dan komposisi zat aditif terhadap sifat mekanik blended cement. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan zat aditif fly ash pada rentang komposisi antara 10-20% dalam waktu pengerasan 28 hari diperoleh kuat tekan dan kuat tarik masing-masing dalam rentang 23,90 - 35,46 N/mm2 dan 1,60 - 2,75 N/mm2. Dalam hal penggunaan slag sebagai zat aditif pada rentang komposisi antara 10-20% dalam waktu pengerasan 28 hari diperoleh kuat tekan dan kuat tarik masing-masing dalam rentang 27,32 - 31,98 N/mm2 dan 1,39 - 2,20 N/mm2. Sedangkan untuk fly ash dan slag digunakan secara bersama-sama dalam blended cement pada rentang komposisi antara 5-15% dalam waktu pengerasan 28 hari diperoleh kuat tekan dan kuat tarik masing-masing dalam rentang 28,07 - 36,10 N/mm2 dan 1,82 - 2,48 N/mm2. Dibandingkan dengan aplikasi di lapangan, ditinjau dari kuat tekan dan kuat tariknya hasil yang diperoleh masih memenuhi persyaratan untuk suatu konstruksi