// <![CDATA[PEMODELAN DAN SIMULASI PENCAIRAN GAS ALAM DENGAN MENGGUNAKAN PERSAMAAN KEADAAN HARMENS-KNAPP DAN PENENTUAN TETAPAN KESETIMBANGAN BERDASARKAN KORELASI STANDING]]> Gracelia Ardya R/ 14-2011-042 Penulis M. Handal Islami/ 14-2011-062 Dosen Pembimbing 1 Marthen Luther Doko,Ir.,MT. Dyah S. Pertiwi,ST., MT., Ph.D
Gas alam atau yang sering disebut sebagai gas bumi adalah bahan bakar fosil berbentuk gas yang terutama terdiri dari metana (CH4) sekitar 80%-90%. Gas alam cair (liquefied natural gas) adalah gas alam yang diperoses untuk menghilangkan pengotor dan hidrokarbon berat kemudian gas alam dikondensasi menjadi cairan pada tekanan 1,5 atm. Gas alam yang diolah menjadi LNG pada umumnya melewati beberapa proses yaitu melewati multi-kompresor untuk menaikan tekanan pada suhu yang tetap Kemudian melewati Heat Exchanger untuk menurunkan suhu , melewati Thrortlling Valve, untuk menurunkan tekanan dan menurunkan suhu , terakhir melewati Flash Drum, untuk menentukan jumlah uapcair yang terbentuk. Penelitian ini bertujuan untuk mencari kondisi optimum pada proses pencairan Gas alam dengan persamaan keadaan Harmens-Knapp. Persamaan keadaan ini dapat memodelkan setiap proses yang dilalui oleh gas alam yakni memodelkan proses kompresi, memodelkan pertukaran panas, memodelkan thorrtling valve dan memodelkan kesetimbangan uap cair. Selain itu untuk mengetahui tekanan pada sistem perpipaan menggunakan pendekatan analisis transient. Komponen penyusun gas alam seperti: metana, etana, propana, n-butana, iso-butana 5 sumber gas alam yang berada yaitu di ME, Australia, USA, PT. Pupuk Kujang dan PT. Badak. Komposisi metana berturut-turut dengan nilai 0.8405; 0.8650; 0.9164; 0.9267 dan 0.9320. Suhu keluaran kompresor 1, 2 dan 3 berturut-turut (363-397) K; (495-605) K; 3613-5807) K, suhu keluaran throttling valve berkisar (136-148) K dan suhu keluaran flash drum berkisar (98-112) K serta dibutuhkan pengendalian tekanan pada sistem perpipaan kompresor berdasarkan analisis transien.