// <![CDATA[PERANCANGAN KAMPANYE MENCEGAH ANAK MENJADI KORBAN BULLYING ANTAR SISWA DI SEKOLAH DASAR UNTUK ORANG TUA]]> Rosita Hardiyati, S.Sos., M.Ds. Dosen Pembimbing 1 Ganis Resmisari, M.Ds. Dosen Pembimbing 2 David Gunarso / 33-2010-027 Penulis
Sekolah dasar merupakan jenjang paling dasar pada pendidikan formal di Indonesia, dan pelajar sekolah dasar berusia 7-12 tahun. Sekolah menjadi tempat kedua bagi anak menghabiskan sebagian waktunya. Anak belajar mandiri dan beradaptasi bersama dengan teman-temannya tanpa harus ditunggui oleh orangtuanya. Namun ketika bersama dengan teman-temannya, anak akan menghadapi berbagai masalah perilaku antar siswa yang mengarah pada perilaku “bullying” dan tidak sedikit dari anak-anak menjadi korban bullying. Pelaku bullying dapat menyebabkan dampak negatif kepada korbannya, yang menyebabkan korban merasa terintimidasi, takut, dan terisolasi sehingga korban dapat mengalami gangguan psikologis dan emosional. Permasalahan bullying yang terjadi dikalangan siswa sekolah dasar di Indonesia seperti fenomena gunung es, dimana kejadian yang terjadi jauh lebih banyak dari yang terlihat di permukaan. Karena kasus bullying yang terjadi di sekolah tidak dapat serta-merta diserahkan kepada pihak sekolah tetapi, harus semuanya ikut turut membantu. Maka dari itu peran dari orangtua juga sangatlah penting, untuk dapat membantu mencegah anak agar tidak menjadi target dari pelaku bullying yang terjadi antar siswa di sekolah dasar.