// <![CDATA[Perencanaan Desain Interior Museum Sarana Transportasi Publik di Jakarta]]> Nurachman Gustianto/ 31.2010.013 Penulis Boyke Arief T.F., Drs., M.Sn Anastasia Zein., M.Ds
Museum merupakan salah satu elemen yang menyimpan warisan budaya yang menghubungkan manusia dari masa lalu ke masa kini. Warisan budaya tersebut adalah bukti peradaban manusia yang telah melewati sebuah proses sosial hingga terletak di museum, dan akhirnya menjadi sebuah dokumen sejarah. Museum sebagai penyimpan warisan budaya diartikan harus menyimpan, serta merawat segala benda yang dijadikan bukti sejarah kebudayaan masyarakat Hal ini sesuai dengan pengertian museum yang termuat dalam UU RI Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya pasal 18 ayat 2, yaitu: Museum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan lembaga yang berfungsi melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi berupa benda, bangunan, dan/atau struktur yang telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya, dan mengomunikasikannya kepada masyarakat. Transportasi publik merupakan tindakan pemerintah terhadap persoalan di sektor transportasi yang menyesuaikan dengan munculnya aktivitas warga yang semakin banyak di satu area, atau wilayah. Transportasi publik juga berkembang menyesuaikan dengan kemajuan teknologi, kebutuhan masyarakat, serta tata ruang kota. Menurut buku pengelolaan lalu lintas dan perangkutan ( p.warpani : 17 ) jumlah penduduk DKI jakarta sekitar 8,2jt penduduk dan membutuhkan transportasi kota sekitar 36% untuk mobil 21% untuk sepeda motor 36% untuk mobil besar 3% untuk taksi dan 3% untuk kereta api pada tahun 1995 Museum Sarana Transportasi Umum merupakan museum yang menyimpan data koleksi tentang perkembangan objek tranpsortasi umum dari perkembangan sejarah, dan budaya transportasi umum. yang bertujuan sebagai sebuah objek penelitian, pendidikan, hiburan bagi masyarakat umum, dan pemberi kesadaran tentang budaya transportasi kepada masyarakat modern. Metode desain dalam hal ini, dibagi menjadi 2 tahap, yaitu yang pertama tahap pengumpulan data, meliputi survey lapangan; pengambilan foto dan denah eksisting bangunan; studi literatur; serta studi pembanding, dan yang kedua tahap analisis, meliputi: estetika; fungsi; keamanan; sirkulasi; bentukan; serta site. Dari hasil pengolahan data dan analisis tersebut, dihasilkan sebuah desain Museum Sarana Transportasi Umum dengan gaya Industrial Steampunk, tanpa mengubah struktur arsitektur aslinya.