BRAND COMMUNICATION MUSEUM SANG NILA UTAMA PEKANBARU
Menjadi satu-satunya museum yang terdapat di kota pekanbaru tidak menjadi jaminan bahwa museum Sang Nila Utama dijadikan tujuan utama objek wisata berupa wisata pendidikan bagi masyarakat kota ini. kurang maksimalnya usaha yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pekanbaru sebagai koordinator dan juga pengelolaan dari pihak museum dirasakan menjadi faktor utama buruknya pandangan masyarakat terutama generasi muda mengenai museum ini yang berujung kepada rendahnya minat kunjungan terhadap Museum Sang Nila Utama. Museum dan permasalahannya selalu berujung pada tersendatnya kucuran dana dari pihak pemerintah selaku pengelola. Untuk mengatasi masalah tersebut maka dibutuhkan sebuah perancangan brand communication bagi Museum Sang Nila Utama, perancangan brand communication bagi museum ini juga dengan menggunakan metode community development yaitu dengan memanfaatkan komunitas lokal sebagai jembatan antara Museum Sang Nila Utama dengan masyarakat kota Pekanbaru. Hal tersebut dilakukan
agar masyarakat juga ikut berpartisipasi dan juga mengapresiasi kehadiran Museum Sang Nila Utama Pekanbaru.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2015).BRAND COMMUNICATION MUSEUM SANG NILA UTAMA PEKANBARU ().Desain Komunikasi Visual:FAD
Chicago Style
.BRAND COMMUNICATION MUSEUM SANG NILA UTAMA PEKANBARU ().Desain Komunikasi Visual:FAD,2015.Text
MLA Style
.BRAND COMMUNICATION MUSEUM SANG NILA UTAMA PEKANBARU ().Desain Komunikasi Visual:FAD,2015.Text
Turabian Style
.BRAND COMMUNICATION MUSEUM SANG NILA UTAMA PEKANBARU ().Desain Komunikasi Visual:FAD,2015.Text