// <![CDATA[PENGGUNAAN CERITA PROSA RAKYATRATU AJI BIDARA PUTIH SEBAGAI CONTOH PERTAHANAN DIRI BAGI ANAK MELALUI MEDIA ANIMASI]]> Ganis Resmisari, M.Ds. Dosen Pembimbing 1 Ra. Dita Saraswati, M.Ds. Dosen Pembimbing 2 DHIA FITRA ANJAINI / 33- 2011-012 Penulis
Jumlah kasus kejahatan terhadap anak di Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hal ini tak luput dari beberapa faktor penyebab di belakangnya. Dalam hal ini, pelaku orang yang asing bagi anak adalah salah satunya. Di satu sisi, masa anak-anak, khususnya anak usia dini, adalah masa transisi anak untuk berkembang dan belajar banyak hal baru dari lingkungan lain setelah lingkungan keluarganya, sehingga saat itu anak mulai untuk mandiri dan sesekali lepas dari pengawasan orangtuanya. Akan tetapi, sifat kepolosan pada kepribadian anak usia dini menjadi kelemahannya ketika sedang tidak bersama orangtua, yang kemudian menjadi sasaran kejahatan anak, tak terkecuali orang asing. Disinilah pelatihan sikap mawas diri anak terhadap orang asing menjadi dirasa perlu. Dari sekian banyak alternatif, penggunaan elemen folklor lokal yang dapat menjadi pilihan. Hakikatnya, folklor memiliki fungsi sebagai media edukasi dan hiburan. Maka dari itu, penggunaan folklor dianggap relevan sebagai contoh pertahanan diri anak terhadap orang asing, sekaligus sebagai upaya mempertahankan eksistensi budaya lokal di tengah gempuran informasi dari negara luar