// <![CDATA[UPAYA PENCEGAHAN PUBERTAS DINI YANG DAPAT BERISIKO PADA KARAKTERISTIK ANAK MELALUI KAMPANYE]]> Hendro Prayitno, S.Sn. Daeng Arifiani, S.Ds. RATHIA ASHILA LAZUARDINI/ 33-2011-032 Penulis
Pubertas merupakan masa peralihan dari anak-anak menjadi remaja, dan hal ini pasti dialami tiap manusia. Biasanya, pubertas terjadi pada saat anak memasuki usia 12 tahun. Pada awal abad ke-21 muncul fenomena pubertas dini di masyarakat, yaitu terjadinya tanda-tanda perubahan ke fase remaja pada anak di usia kurang dari 12 tahun. Menurut sebuah penelitian, anak yang mengalami pubertas di usia kurang dari 12 tahun, ternyata berkecenderungan lebih besar berperilaku buruk. Sayangnya, pengetahuan akan pubertas dini di masyarakat sekarang sangatlah kurang, hingga kebanyakan dari mereka tidak menyadari bahwa sebenarnya pubertas dini banyak memberikan dampak negatif pada anak-anak. Dengan banyaknya dampak negatif dari pubertas dini, maka pola didik dan juga kebiasaan sehari-hari di lingkungan rumah sangat berpengaruh pada segala macam dampak yang merugikan ini. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu upaya yang memuat informasi juga dapat mengedukasi masyarakat seputar pubertas dini juga penegasan atas pemicu utama munculnya fenomena ini.