// <![CDATA[EAST INDIES JUNCTION HOTEL]]> YURA AUGUSTIANDA YUSUF / 212010089 Dosen Pembimbing 1 DR.Ir. Nurtati Soewarno Syarief.,MT. Eka Virdianti .ST.,MT
Bandung sebagai kota tujuan wisata domestik maupun mancanegara selain terkenal dengan wisata belanja dan kuliner, kota Bandung juga memiliki ciri khas bangunan berarsitektur kolonial Belanda. Hal ini menjadi potensi besar dalam merancang hotel bintang empat di kawasan Simpang Lima. Adanya bangunan cagar budaya kelas A dalam site yaitu Gedung Pensil, memberi arahan pada tujuan untuk meleburkan budaya Indonesia baik pada masa kolonial maupun masa sekarang, serta mempertemukan arsitektur kolonial dengan arsitektur kontemporer. Dimana proyek hotel ini diberi nama "East Indies Junction Hotel". Tema yang diangkat dalam karya perancangan ini adalah asimilasi budaya Indonesia. Asimilasi budaya adalah wujud dari sila ketiga Pancasila Indonesia yang berbunyi "Persatuan Indonesia". Aplikasi tema dalam desain ini tercermin pada performance arsitektural bangunan dengan bentuk gubahan massa bangunan secara vertikal dibagi menjadi tiga bagian yaitu kepala, badan, dan kaki. Fasade bangunan mengimplementasikan cerminan sila ketiga melalui analogi lambang pohon beringin. Peleburan budaya kolonial dan budaya kontemporer Indonesia dapat terlihat pada penggunaan material dan interior bangunan.