// <![CDATA[PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM KOMUNIKASI TRANSCEIVER DATA PENYAKIT PADA PUSKESMAS DENGAN MEMANFAATKAN FASILITAS SMS JARINGAN GSM BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S52 DAN PERSONAL COMPUTER (PC)]]> Ade Filco / 11-2003-090 Penulis Hendi Handian, MT Niken Syafitri, MT
Pelayanan kesehatan terhadap masyarakat tidak lepas dari pendataan yang dilakukan oleh bagian administrasi Puskesmas. Hal ini dilakukan agar data kesehatan setiap masyarakat dapat terekam secara berkala guna membantu tindakan pelayanan kesehatan selanjutnya. Proses pelaporan data dari Puskesmas ke Dinas Kesehatan yang dilakukan secara rutin dan berkala masih dilakukan secara manual dengan memberdayakan kurir pengantar atau pegawai Puskesmas sendiri. Hal ini mungkin akan memakan banyak waktu. Pada tugas akhir ini, dirancang dan diimplementasikan proses pengiriman data penyakit dengan memanfaatkan layanan SMS (Short Message Service) pada telepon seluler yang dinamakan FOM-Station’09 dengan menggunakan mikrokontroler sebagai interface dan PC (Personal Computer) sebagai basis data. Sistem diimplementasikan ke dalam perangkat keras dan perangkat lunak. Perangkat keras terdiri dari empat subsistem utama yaitu: subsistem PC, subsistem interface, subsistem handphone,dan subsistem catu daya. Subsistem PC digunakan sebagai input data, subsistem interface terdiri dari subsistem pendukung diantaranya subsistem mikrokontroler AT89S52, subsistem EEPROM AT28C256, subsistem 74HC4066 dan subsistem RS232. Subsistem handphone menggunakan jenis handphone Siemens M35 sebagai modem pengirim dan penerima data penyakit. Subsistem catu daya mengeluarkan sumber tegangan 5V DC. Sedangkan perancangan dan realisasi perangkat lunak pada sistem ini menggunakan pemrograman bahasa Assembly. Berdasarkan pengujian sistem (FOM-Station’09) dengan PC telah mampu berkomunikasi melalui RS-232, dengan melakukan proses eksekusi pengiriman dan penerimaan data penyakit dari puskesmas client ke instansi pusat sebagai server. Sehingga sistem ini diharapkan dapat membantu Puskesmas dalam pengiriman dan penerimaan data penyakit dengan memanfaatkan waktu sesingkat mungkin untuk dapat menyampaikan informasi sehingga dapat diaplikasikan oleh Dinas Kesehatan di setiap Pusat Kesehatan yang ada.