// <![CDATA[CITY HOTEL ASIA AFRIKA BANDUNG]]> Efri Agung Syaputra / 212012225 Dosen Pembimbing 1 Ardhiana M. ST, MT. Theresia Pynkyawati, Ir, MT. JURUSAN
Kota Bandung merupakan salah satu kota bisnis terbesar di Indonesia dengan kunjungan wisatawan mencapai 3 juta jiwa pertahunnya dan angka tersebut semakin bertambah. Menurut situs resmi yang dikutip dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat (29-01-2012), Kota Bandung dipastikan akan menambah pembangunan hotel baru hingga mencapai 270 unit atau mencapai 14.000 kamar. Kebutuhan kamar hotel ini dinilai untuk bisa memenuhi tingkat kunjungan wisatawan yang datang ke Kota Bandung. Berdasarkan data dari Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, jumlah hotel yang telah berdiri mencapai 250 unit dengan total kamar 11.000 kamar. Namun, jumlah itu dinilai masih kurang sehingga rencananya, pemerintah kota akan menambah kebutuhan tersebut hingga 270 unit atau mencapai 14.000 kamar hotel. Dengan demikian maka sangat tepat jika pemilihan tajuk tugas akhir pada periode semester ganjil 2014-2015 adalah sebuah hotel bisnis. Yang menjadi keunikan pada perancangan hotel bisnis ini adalah pemilihan lokasi yang berada pada kawasan konservasi tepatnya pada Jalan Asia Afrika Bandung, dimana pada tapak terdapat bangunan konservasi yang harus dijaga kelestariannya. Bangunan konservasi yang terdapat pada tapak merupakan bangunan konservasi dengan standar klasifikasi B, yaitu struktur dan fasad bangunan tidak diperkenankan untuk mengalami perubahan, akan tetapi fungsi dan interior ruang diizinkan untuk dimodifikasi. Tema yang diambil dalam perancangan hotel adalah Kolaborasi Konservasi dan Modern, yaitu sebuah hasil dari perpaduan antara bangunan eksisting merupakan bangunan konservasi dengan perencanaan bangunan berlanggam modern yang menghasilkan sebuah bangunan baru tanpa mengurangi nilai-nilai arsitektural yang terkandung dari bangunan eksisting yang telah menjadi salah satu landmark di kawasan tersebut. Dalam proses pengumpulan data, metoda yang dipilih adalah metoda deskriptif analitif yang dilakukan secara kualitatif dan survey lapangan. Dimana dari hasil survey lapangan akan didapatkan data yang valid dan sesuai dengan keadaan di lapangan berupa data analisis. Data analisis kemudian diolah kembali dan disesuaikan dengan buku literatur untuk mendapatkan tema dan konsep yang ideal (Planning Programming), yang kemudian akan dideskripsikan ke dalam bentuk gambar konsep desain yang cocok dan sesuai untuk diterapkan pada tapak. Tahapan selanjutnya adalah menuangkan tema dan konsep desain ke dalam sebuah gambar desain (preliminary design) dan kemudian dilanjutkan pada tahap pengembangan desain yang berisikan gambar-gambar rencana. Pada setiap tahapan di atas dilakukan bimbingan kepada dosen pembimbing sehingga hasil yang didapatkan lebih terarahkan kepada tema dan konsep yang telah dipilih.