// <![CDATA[PENGEMBANGAN SISTEM OTOMATISASI ABSENSI PERKULIAHAN DENGAN MEMANFAATKAN SENSOR BARCODE INFRA MERAH DAN MEDIA KOMUNIKASI FREKUENSI RADIO (RF) BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA32 DAN PERSONAL COMPUTER]]> Sukasno Awalul Jami/ 11-2004-043 Penulis Hendi H. R., ST. MT.
Peraturan dan persyaratan batas minimum mengenai absensi perkuliahan yang telah ditetapkan, membuat pihak perguruan tinggi baik negeri atau swasta harus berupaya keras mencari suatu sistem untuk menerapkan peraturan dengan baik. Salah satu sistem yang digunakan oleh pihak Perguruan Tinggi (PT) ialah menyediakan lembaran kertas absensi mahasiswa dan dosen pada saat perkuliahan. Lembaran kertas tersebut akan ditandatangani oleh mahasiswa sebagai tanda bukti bahwa mahasiswa hadir pada saat perkuliahan. Sistem tersebut sebenarnya sudah dapat berjalan dengan baik hanya saja terdapat beberapa kendala yang dihadapi. Kendala tersebut yaitu rentannya terhadap manipulasi data titip absen yang dilakukan oleh mahasiswa dan pemasukkan data absensi yang dilakukan secara manual ke database. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka sistem yang akan dikembangkan adalah suatu sistem absensi yang ditujukan untuk mengatasi manipulasi. Selain itu, ditujukan juga untuk mengatasi kekurangan dan keterbatasan dalam proses pemasukkan data absensi secara langsung (real time) menggunakan media radio frekuensi. Pengembangan sistem ini dilakukan secara perangkat keras dan perangkat lunak yang dikembangkan secara modular. Pengembangan perangkat keras meliputi pengembangan instrumentasi alat, sedangkan perangkat lunak meliputi pengembangan algoritma program dan protokol transmisi. Secara garis besar, sistem ini memiliki dua buah modul utama yaitu primer dan sekunder. Modul primer berfungsi sebagai modul untuk mengirimkan data informasi absensi dari tempat kuliah dilaksanakan. Modul ini terdiri dari beberapa subsistem yaitu identifikasi, pengolah data, modem transceiver, dan I/O (keypad, LCD, delapan buah kanal input data serial dan beberapa indikator LED). Sedangkan modul sekunder berfungsi sebagai modem yang akan mengkoneksikan antara PC dan modul primer, sehingga PC dapat menerima dan memberi respon dari modul primer. Modul sekunder akan melakukan proses encoding dan pembandingan data. Modul ini terdiri dari beberapa subsistem yaitu modem transceiver, pengolah data, dan konverter level TTL ke RS232. Dari hasil pengujian subsistem yang telah dilakukan diperoleh bahwa sistem telah dapat mengidentifikasi data barcode mahasiswa dan dosen serta pengiriman data tersebut telah berhasil ditransmisikan antara modul primer dan sekunder melalui frekuensi radio. Diharapkan alat ini dapat dijadikan suatu alat absensi yang mempunyai kemampuan dalam memperbaharui data absensi secara otomatis (real time) dan dapat mengurangi tingkat manipulasi absensi yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.