PENGEMBANGAN SISTEM OTOMATISASI ABSENSI PERKULIAHAN DENGAN MEMANFAATKAN SENSOR BARCODE INFRA MERAH DAN MEDIA KOMUNIKASI FREKUENSI RADIO (RF) BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA32 DAN PERSONAL COMPUTER
Peraturan dan persyaratan batas minimum mengenai absensi perkuliahan yang telah
ditetapkan, membuat pihak perguruan tinggi baik negeri atau swasta harus berupaya keras
mencari suatu sistem untuk menerapkan peraturan dengan baik. Salah satu sistem yang
digunakan oleh pihak Perguruan Tinggi (PT) ialah menyediakan lembaran kertas absensi
mahasiswa dan dosen pada saat perkuliahan. Lembaran kertas tersebut akan ditandatangani
oleh mahasiswa sebagai tanda bukti bahwa mahasiswa hadir pada saat perkuliahan. Sistem
tersebut sebenarnya sudah dapat berjalan dengan baik hanya saja terdapat beberapa kendala
yang dihadapi. Kendala tersebut yaitu rentannya terhadap manipulasi data titip absen yang
dilakukan oleh mahasiswa dan pemasukkan data absensi yang dilakukan secara manual ke
database.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka sistem yang akan dikembangkan adalah
suatu sistem absensi yang ditujukan untuk mengatasi manipulasi. Selain itu, ditujukan juga
untuk mengatasi kekurangan dan keterbatasan dalam proses pemasukkan data absensi secara
langsung (real time) menggunakan media radio frekuensi.
Pengembangan sistem ini dilakukan secara perangkat keras dan perangkat lunak yang
dikembangkan secara modular. Pengembangan perangkat keras meliputi pengembangan
instrumentasi alat, sedangkan perangkat lunak meliputi pengembangan algoritma program dan
protokol transmisi. Secara garis besar, sistem ini memiliki dua buah modul utama yaitu
primer dan sekunder. Modul primer berfungsi sebagai modul untuk mengirimkan data
informasi absensi dari tempat kuliah dilaksanakan. Modul ini terdiri dari beberapa subsistem
yaitu identifikasi, pengolah data, modem transceiver, dan I/O (keypad, LCD, delapan buah
kanal input data serial dan beberapa indikator LED). Sedangkan modul sekunder berfungsi
sebagai modem yang akan mengkoneksikan antara PC dan modul primer, sehingga PC dapat
menerima dan memberi respon dari modul primer. Modul sekunder akan melakukan proses
encoding dan pembandingan data. Modul ini terdiri dari beberapa subsistem yaitu modem
transceiver, pengolah data, dan konverter level TTL ke RS232.
Dari hasil pengujian subsistem yang telah dilakukan diperoleh bahwa sistem telah
dapat mengidentifikasi data barcode mahasiswa dan dosen serta pengiriman data tersebut
telah berhasil ditransmisikan antara modul primer dan sekunder melalui frekuensi radio.
Diharapkan alat ini dapat dijadikan suatu alat absensi yang mempunyai kemampuan dalam
memperbaharui data absensi secara otomatis (real time) dan dapat mengurangi tingkat
manipulasi absensi yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2009).PENGEMBANGAN SISTEM OTOMATISASI ABSENSI PERKULIAHAN DENGAN MEMANFAATKAN SENSOR BARCODE INFRA MERAH DAN MEDIA KOMUNIKASI FREKUENSI RADIO (RF) BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA32 DAN PERSONAL COMPUTER ().Teknik Elektro:FTI
Chicago Style
.PENGEMBANGAN SISTEM OTOMATISASI ABSENSI PERKULIAHAN DENGAN MEMANFAATKAN SENSOR BARCODE INFRA MERAH DAN MEDIA KOMUNIKASI FREKUENSI RADIO (RF) BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA32 DAN PERSONAL COMPUTER ().Teknik Elektro:FTI,2009.Text
MLA Style
.PENGEMBANGAN SISTEM OTOMATISASI ABSENSI PERKULIAHAN DENGAN MEMANFAATKAN SENSOR BARCODE INFRA MERAH DAN MEDIA KOMUNIKASI FREKUENSI RADIO (RF) BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA32 DAN PERSONAL COMPUTER ().Teknik Elektro:FTI,2009.Text
Turabian Style
.PENGEMBANGAN SISTEM OTOMATISASI ABSENSI PERKULIAHAN DENGAN MEMANFAATKAN SENSOR BARCODE INFRA MERAH DAN MEDIA KOMUNIKASI FREKUENSI RADIO (RF) BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA32 DAN PERSONAL COMPUTER ().Teknik Elektro:FTI,2009.Text