// <![CDATA[PERANCANGAN DAN REALISASI TERMOMETER SUHU TUBUH BAGI TUNA NETRA BERBASIS MIKROKONTROLER ATmega8535]]> Fuad Ughi/11-2004-074 Penulis Hendi Handian Rahmat, MT.
Jika diperhatikan, sebagian besar peralatan yang beredar di masyarakat ditujukan untuk manusia normal tanpa keterbatasan fisik. Bagi manusia normal tentu saja hal ini tidak menjadi masalah, tetapi bagi sebagian orang yang memiliki keterbatasan fisik hal ini bisa saja cukup menyulitkan. Contohnya termometer, kebanyakan termometer baik termometer digital maupun analog pada umumnya menampilkan hasil pengukuran dengan tulisan atau tanda pada skala, yang tentu saja ditujukan bagi manusia dengan indera penglihatan yang dapat berfungsi dengan cukup baik. Bagi tuna netra hal ini tentu saja akan cukup menyulitkan jika hendak melakukan pengukuran suhu tubuhnya sendiri. Atas dasar penjelasan di atas, pada Tugas Akhir ini dilakukan perancangan dan realisasi termometer dengan output suara, sehingga tuna netra dapat melakukan pengukuran suhu tubuhnya sendiri tanpa bantuan orang lain dengan memaksimalkan indera pendengarannya untuk mengetahui hasil pengukuran. Sistem termometer yang dirancang menggunakan mikrokontroler ATmega8535 sebagai pengendali kinerja seluruh sistem. Sebagai sensor suhu, digunakan termistor tipe NTC (Negative Thermal Coefficient) yang diambil dari termometer yang umum beredar di pasaran. Untuk membaca resistansi termistor digunakan jembatan Wheatstone. Tegangan keluaran jembatan Wheatstone dihubungkan ke Analog to Digital Converter (ADC) yang merupakan ADC internal dari mikrokontroler ATmega8535. Sebagai media penyimpanan suara, digunakan EEPROM ISD2560 yang memang dirancang untuk keperluan penyimpanan suara. Untuk menentukan nilai suhu terukur digunakan analisis numerik metode pencocokan kurva. Sistem yang dirancang menggunakan baterai sebagai catu daya. Agar akurasi hasil pengukuran terjaga, maka digunakan sistem monitoring kondisi baterai dengan indikator berupa suara buzzer jika baterai sudah lemah. Karena ditujukan sebagai termometer suhu tubuh, maka range input suhu pengukuran (T) dibatasi sebagai berikut: 32 oC ≤T < 43 oC. Sistem yang dirancang mempunyai resolusi output pengukuran sebesar 0,1 oC dan akurasi pengukuran ± 0,4 oC dengan kecepatan pengukuran ±2 menit. Output suara yang dihasilkan cukup jelas untuk bisa dimengerti.