PENGEMBANGAN SISTEM PERANGKAT KERAS ROBOT CERDAS PEMADAM API FIRO#4
Teknologi robotika di Indonesia sudah mulai menunjukkan adanya
perkembangan, hal tersebut dibuktikan dengan adanya lomba-lomba robot yang cukup
berkualitas. Diantaranya lomba Robot Line Follower “GALELOBOT 2008” yang
diselenggarakan oleh ITB (Institut Teknologi Bandung), kemudian KRI/KRCI 2008
(Kontes Robot Cerdas Indonesia) yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan
Tinggi Departemen Pendidikan Nasional, dan lain sebagainya. Oleh karena itu penelitian
ini adalah untuk berpartisipasi dalam mengembangkan teknologi robotika di Indonesia.
Kontes Robot Cerdas Indonesia secara garis besar merupakan kontes robot yang
memiliki kemampuan untuk mencari, menemukan dan memadamkan api (lilin) yang
diletakkan dalam suatu labirin (maze) yang bekerja secara otomatis (autonomous) tanpa
adanya bantuan dari luar (manusia). Robot FIRO#4 dirancang untuk mengikuti KRCI
2008 pada divisi expert single, sehingga selain mampu untuk mencari dan memadamkan
api, juga mampu untuk mencari dan menemukan bayi (yang disimulasikan dengan panas
lampu bohlam 15 watt yang dicat hitam).
Dalam perancangannya, robot FIRO#4 terdiri dari perangkat keras dan perangkat
lunak. Pada laporan Tugas Akhir ini hanya akan dibahas pada bagian perangkat kerasnya
saja, sedangkan bagian Navigasi Robot FIRO#4 dibahas pada laporan tugas akhir saudara
M. Vicky Ghani. Perangkat keras dari robot FIRO#4 terdiri dari beberapa sub-sistem,
diantaranya sub-sistem sensor, sub-sistem aktuator, sub-sistem kendali, dan sub-sistem
catu daya. Sub-sistem sensor digunakan robot untuk mengenali lingkungan di sekitarnya.
Sub-sistem aktuator digunakan untuk menggerakan robot. Sub-sistem kendali digunakan
untuk memproses sinyal yang didapat sensor untuk kemudian dikirimkan ke aktuator.
Sub-sistem catu daya digunakan robot untuk mengelola sumber energi agar arus yang
diterima tidak drop.
Perangkat keras yang digunakan antara lain sensor jarak ultrasonic SRF05, sensor
jarak infra merah GP2D12, sensor api Hamamatsu UVtron, sensor cahaya photo
transistor, sensor kompas digital CMPS03, aktuator motor DC, dan pengendali
menggunakan 2 (dua) buah mikrokontroler AVR. Mikrokontroler pertama (slave)
berfungsi untuk memproses data dari sensor-sensor, dan mikrokontroler kedua (master)
berfungsi untuk memproses sinyal dari sensor, mengontrol aktuator, dan memproses
algoritma navigasi yang akan dibahas lebih lanjut pada laporan tugas akhir.
Dari penelitian yang dikerjakan dapat ditarik beberpa kesimpulan antara lain:
Robot dengan sistem roda bersuspensi mampu mengatasi jalan yang tidak rata. Hanya
saja pada jalan licin roda yang dipakai terlalu keras mengakibatkan robot sering slip.
Robot masih melaju beberapa centimeter (1-3 cm) dari jarak yang ditetapkan (5cm) untuk
berhenti. Hal ini terjadi karena tidak adanya sistem pengereman pada robot. Tugas yang
akan dikerjakan pada robot tergantung pada perangkat lunak pada master. Pemadaman
api masih kurang cepat dikarenakan unit pemadamnya menggunakan angin sebagai
sarana pemadaman. Robot dapat berjalan lurus karena putaran motor antara kiri dan
kanan dapat disamakan dengan sistem feedback dari encoder,Pemakaian baterai hanya
mampu 10 menit.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2009).PENGEMBANGAN SISTEM PERANGKAT KERAS ROBOT CERDAS PEMADAM API FIRO#4 ().Teknik Elektro:FTI
Chicago Style
.PENGEMBANGAN SISTEM PERANGKAT KERAS ROBOT CERDAS PEMADAM API FIRO#4 ().Teknik Elektro:FTI,2009.Text
MLA Style
.PENGEMBANGAN SISTEM PERANGKAT KERAS ROBOT CERDAS PEMADAM API FIRO#4 ().Teknik Elektro:FTI,2009.Text
Turabian Style
.PENGEMBANGAN SISTEM PERANGKAT KERAS ROBOT CERDAS PEMADAM API FIRO#4 ().Teknik Elektro:FTI,2009.Text