// <![CDATA[ANALISIS PERFORMANSI BANDWIDTH PADA JARINGAN NGN ( NEXT GENERATION NETWORK ) DENGAN JARINGAN TDM]]> Suyato, M.Sc. Dani Saputra Sani /11-2002-037 Penulis
Kelebihan jaringan paket (IP) di satu sisi dan kelemahan jaringan circuit switch (TDM) di sisi lain mendorong terjadinya konvergensi dimana semua aplikasi menuju berbasis paket. Teknologi softswitch merupakan intermediasi antara jaringan circuit switch ke packet switch, dimana salah satu komponennya, yakni Media Gateway melakukan fungsi konversi media (voice, video) dari format circuit ke paket. Mengingat bahwa jaringan softswitch berbasis paket, kebutuhan bandwidth menjadi salah satu masalah yang harus diperhatikan. Penggunaan bandwidth pada jaringan IP pada dasarnya relatif lebih efisien dibanding TDM. Namun disisi lain, penggunaan header pada jaringan IP memunculkan peningkatan pemakaian bandwidth. Maka untuk penghematan bandwidth pada jaringan IP digunakan teknik kompresi (codec). Maka pada tugas akhir ini dilakukan observasi dan analisis penggunaan bandwidth di PT.Telkom mengingat belum adanya pengukuran bandwidth per kanal. Padahal untuk perencanaan jaringan, bandwidth sangat memegang peranan penting. Oleh sebab itu, pada tugas akhir ini dilakukan pengukuran guna mengetahui besar bandwidth per kanal yang dibutuhkan user. Pembahasan meliputi, bagaimana voice pada TDM diubah menjadi paket voice yang dapat dilewatkan pada jaringan softswitch yang berbasis IP dengan MPLS sebagai backbonenya. Perhitungan kompresi yang digunakan terdiri dari G.711 dan G.729A, dimana masing-masing menggunakan teknik Voice Activity Detection (VAD) dan tanpa VAD. Pengambilan data serta pengukuran yang dilakukan meliputi besar bandwidth, jumlah call, serta parameter-paremeter QoS (delay, jitter, dan packet loss). Dari hasil pengukuran dan analisis diketahui bahwa bandwidth yang digunakan oleh VoIP ternyata lebih efisien. Selain itu kualitas yang didapat oleh pelanggan pun ternyata dalam batas yang memuaskan.