// <![CDATA[ANALISA SETTING KOORDINASI OVER CURRENT RELAY ( OCR) DAN GROUND FAULT RELAY ( GFR) PADA SISTEM DISTRIBUSI JARINGAN PT. KDL UNTUK BILLET STEEL PLANT ( BSP ) DAN SLAB STEEL PLANT 1 ( SSP1 ) MILIK PT. KS]]> Syahrial, MT. SOENARJO, Ir Ferdi Rahman/ 11-2004-057 Penulis
Sistem distribusi tenaga listrik merupakan bagian dari system tenaga listrik yang tingkat gangguannya tergolong tinggi. Jenis gangguan yang paling sering terjadi adalah gangguan hubung singkat, baik gangguan hubung singkat tiga fasa, dua fasa maupun satu fasa ke tanah. Oleh sebab itu, diperlukan rele proteksi yang mampu menjadi pengaman terhadap adanya gangguan dan mampu berkoordinasi dengan rele lain yang terpasang tanpa mengganggu fungsi dan kerja masingmasing rele. Selama ini koordinasi kerja rele yang terpasang di penyulang PT. KDL untuk BSP dan SSP1 masih belum mampu mengamankan semua area proteksi pada penyulang, dikarenakan rele AM2 untuk BSP ( lampiran single line diagram ) dan rele AN2 untuk SSP1 ( lampiran single line diagram ) tidak mampu mengatasi gangguan di area kerjanya sendiri, yang menyebabkan gangguan meluas ke area kerja rele AH3 untuk BSP dan rele AH12 untuk SSP1. Untuk itu, dilakukan penelitian dan evaluasi supaya setiap rele proteksi mampu bekerja menjadi pengaman utama bagi daerah proteksinya dan menjadi pengaman cadangan bagi seksi berikutnya. Penelitian dilakukan dengan perhitungan setting untuk semua rele yang terpasang (sesuai batasan masalah), yang berdasarkan pada besar arus gangguan hubung singkat, arus beban trafo dan arus beban penyulang. Data setting rele hasil perhitungan akan dibandingkan dengan data setting rele terpasang ( existing ), untuk mencari penyebab gagalnya koordinasi kerja antara rele AM1 dengan rele AH3 untuk penyulang BSP dan rele AN2 dengan rele AH12 untuk penyulang SSP1. Perhitungan setting rele dilakukan pada rele AH2, AH3, AM1 untuk penyulang BSP ( lampiran single line diagram ) dan pada rele AH11, AH12, AN2 untuk penyulang SSP1 ( lampiran single line diagram ) , dengan grading time antar rele sebesar 0,4 detik ketika arus gangguan maksimum di tiap rele. Dengan tms yang berbeda serta waktu kerja minimum di rele terakhir sebesar 0,3 detik. Pada setting waktu terpasang ( existing ), di AM1 baik OCR maupun GFR mempunyai waktu kerja 4,1 detik dan di AN2 baik OCR maupun GFR mempunyai waktu kerja 3 detik. Hal tersebut menyebabkan gagalnya koordinasi waktu kerja antara rele proteksi untuk masing – masing penyulang. Dari hasil analisa data setting secara perhitungan dan setting rele terpasang, maka waktu kerja ( ts ) untuk rele AM1 harus lebih cepat dibandingkan dengan rele AH3 dan waktu kerja untuk rele AN2 harus lebih cepat dibandingkan dengan rele AH12 sehingga apabila terjadi gangguan pada feeder paling bawah untuk masing – masing penyulang tidak akan melebar ke daerah lain. Untuk mendapatkan koordinasi waktu kerja rele yang mampu memproteksi gangguan di penyulang BSP dan SSP1, maka semua setting rele harus diubah seperti setting rele proteksi hasil perhitungan.