// <![CDATA[ANALISIS PENGEREMAN MOTOR INDUKSI 3 FASA 110 kW SECARA DINAMIK PADA FAN COOLING TOWER DI PLTP DARAJAT UBP. KAMOJANG PT. INDONESIA POWER]]> Syahrial, MT. Yudi Wahyudi /11-2004-123 Penulis Nasrun Haryanto, MT.
Motor fan cooling tower dipasang pada menara pendingin (cooling tower) dengan ketinggian 20 meter, motor fan cooling tower berfungsi menggerakkan gearbox dan memutar fan cooling tower untuk menghisap uap panas dan membuang gas yang tidak terkondensasi dari kondensor. Motor fan cooling tower di PLTP Darajat PT. Indonesia Power menggunakan jenis motor induksi 3 fasa. Pengereman dinamik pada motor fan cooling tower di PLTP Darajat PT. Indonesia Power dilakukan untuk pemeliharaan peralatan-peralatan fan cooling tower diantaranya pelumasan pada motor induksi dan gearbox serta pengencangan baut-baut pada baling-baling. Pengereman putaran motor induksi secara dinamik, yaitu sistem pengereman yang dilakukan dengan membuat medan magnetik stasioner. Keadaan tersebut dilakukan dengan menginjeksikan arus DC pada kumparan stator motor induksi 3 fasa setelah hubungan kumparan stator dilepaskan dari sumber tegangan ac. Metode pengereman dinamik memiliki keuntungan antara lain kemudahan pengaturan kecepatan pengereman terhadap motor induksi 3 fasa. Waktu pengereman motor secara dinamik pada motor fan cooling tower di PLTP Darajat PT. Indonesia Power tidak efisien karena pengereman yang dilakukan cukup lama (10 menit) yang mengakibatkan turunnya kevacuman pada kondensor sehingga beban pada generator harus diturunkan 15 MW untuk salah satu motor fan cooling tower selama proses pengereman dan pemeliharaan peralatan fan cooling tower, maka perlu dilakukan upaya efisiensi waktu pengereman motor secara dinamik dengan memperhatikan kemampuan stator saat dialiri arus DC yang cukup besar dan kemampuan gearbox untuk menahan fan. Hasil analisis pengereman dinamik motor induksi 3 fasa pada fan cooling tower, untuk mempercepat pengereman secara dinamik pada motor fan cooling tower (dengan waktu pengereman maksimal 222,7 detik) dibutuhkan arus DC sebesar 397,9 A (Iac = 324,9 A) dengan memperhatikan kemampuan arus pada stator (Imak ac = 400 A) sehingga terjadi kenaikan temperature pada stator sebesar 139,4 oC (temperature maksimum pada stator 155 oC). Keuntungan dengan mempercepat pengereman motor fan cooling tower akan mengurangi kerugian akibat kWH yang tidak terjual sebesar Rp 3.681.000 tiap 2 bulan