ANALISIS PENGEREMAN MOTOR INDUKSI 3 FASA 110 kW SECARA DINAMIK PADA FAN COOLING TOWER DI PLTP DARAJAT UBP. KAMOJANG
PT. INDONESIA POWER
Motor fan cooling tower dipasang pada menara pendingin (cooling tower)
dengan ketinggian 20 meter, motor fan cooling tower berfungsi menggerakkan
gearbox dan memutar fan cooling tower untuk menghisap uap panas dan
membuang gas yang tidak terkondensasi dari kondensor. Motor fan cooling tower
di PLTP Darajat PT. Indonesia Power menggunakan jenis motor induksi 3 fasa.
Pengereman dinamik pada motor fan cooling tower di PLTP Darajat PT.
Indonesia Power dilakukan untuk pemeliharaan peralatan-peralatan fan cooling
tower diantaranya pelumasan pada motor induksi dan gearbox serta pengencangan
baut-baut pada baling-baling. Pengereman putaran motor induksi secara dinamik,
yaitu sistem pengereman yang dilakukan dengan membuat medan magnetik
stasioner. Keadaan tersebut dilakukan dengan menginjeksikan arus DC pada
kumparan stator motor induksi 3 fasa setelah hubungan kumparan stator
dilepaskan dari sumber tegangan ac. Metode pengereman dinamik memiliki
keuntungan antara lain kemudahan pengaturan kecepatan pengereman terhadap
motor induksi 3 fasa.
Waktu pengereman motor secara dinamik pada motor fan cooling tower di
PLTP Darajat PT. Indonesia Power tidak efisien karena pengereman yang
dilakukan cukup lama (10 menit) yang mengakibatkan turunnya kevacuman pada
kondensor sehingga beban pada generator harus diturunkan 15 MW untuk salah
satu motor fan cooling tower selama proses pengereman dan pemeliharaan
peralatan fan cooling tower, maka perlu dilakukan upaya efisiensi waktu
pengereman motor secara dinamik dengan memperhatikan kemampuan stator saat
dialiri arus DC yang cukup besar dan kemampuan gearbox untuk menahan fan.
Hasil analisis pengereman dinamik motor induksi 3 fasa pada fan cooling
tower, untuk mempercepat pengereman secara dinamik pada motor fan cooling
tower (dengan waktu pengereman maksimal 222,7 detik) dibutuhkan arus DC
sebesar 397,9 A (Iac = 324,9 A) dengan memperhatikan kemampuan arus pada
stator (Imak ac = 400 A) sehingga terjadi kenaikan temperature pada stator sebesar
139,4 oC (temperature maksimum pada stator 155 oC). Keuntungan dengan
mempercepat pengereman motor fan cooling tower akan mengurangi kerugian
akibat kWH yang tidak terjual sebesar Rp 3.681.000 tiap 2 bulan
Detail Information
Citation
APA Style
. (2010).ANALISIS PENGEREMAN MOTOR INDUKSI 3 FASA 110 kW SECARA DINAMIK PADA FAN COOLING TOWER DI PLTP DARAJAT UBP. KAMOJANG
PT. INDONESIA POWER ().Teknik Elektro:FTI
Chicago Style
.ANALISIS PENGEREMAN MOTOR INDUKSI 3 FASA 110 kW SECARA DINAMIK PADA FAN COOLING TOWER DI PLTP DARAJAT UBP. KAMOJANG
PT. INDONESIA POWER ().Teknik Elektro:FTI,2010.Text
MLA Style
.ANALISIS PENGEREMAN MOTOR INDUKSI 3 FASA 110 kW SECARA DINAMIK PADA FAN COOLING TOWER DI PLTP DARAJAT UBP. KAMOJANG
PT. INDONESIA POWER ().Teknik Elektro:FTI,2010.Text
Turabian Style
.ANALISIS PENGEREMAN MOTOR INDUKSI 3 FASA 110 kW SECARA DINAMIK PADA FAN COOLING TOWER DI PLTP DARAJAT UBP. KAMOJANG
PT. INDONESIA POWER ().Teknik Elektro:FTI,2010.Text