// <![CDATA[PERANCANGAN PLTMH DENGAN MENGGUNAKAN TURBIN CROSSFLOWDAN GENERATOR INDUKSI 3 FASA ½ HP]]> Mohtana Kholifah Kadri /11-2003-063 Penulis Ir. Soenaryo, Syahrial M.T.
Kebutuhan listrik yang semakin besar di masa depan tidak diikuti dengan semakin banyaknya bahan bakar fosil yag tersedia di alam. Hal ini mendorong dilakukannya berbagai penelitian untuk mencari sumber energi yang terbarukan. Salah satu energi alternatif yang telah ditemukan dan sedang banyak diteliti adalah air. Pemanfaatan energi air sebagai sumber tenaga pembangkit listrik telah direspon oleh berbagai dunia, termasuk di Indonesia. Terbatasnya sumber energi listrik yang tidak dapat menjangkau pelosok-pelosok pedesaan membuat penelitian terhadap energi terbarukan seperti pembangkit listriknya semakin digiatkan, penggunaan generator induksi sebagai pembangkit listrik pada pembangkit listrik tenaga mikrohidro lebih dikarenakan terbatasnya generator sinkron dipasaran, disamping itu generator induksi lebih jauh ekonomis dan konstruksinya tidak terlalu rumit. Pada mulanya generator induksi adalah motor induksi yang kemudian diubah menjadi generator. Dengan memberi tenaga mekanis untuk menggerakkan rotor pada motor induksi searah dengan arah medan putarnya dengan kecepatan putar sedikit melebihi kecepatan sinkronnya, maka motor induksi tersebut akan bekerja sebagai generator. Untuk membangkitkan tegangannya, generator induksi membutuhkan kapasitor yang dipasang pada terminal keluaran generator yang besarnya disesuaikan dengan kebutuhan daya reaktif yang diperlukan oleh motor induksi tersebut. Sehingga nantinya generator dapat menghasilkan tegangan yang sesuai dengan tegangan kerja yang diinginkan. Kelemahannya ialah efisiensi dari pembangkit ini masih rendah. Oleh karena itu tujuan tugas akhir ini ialah merancang pembangkit listrik tenaga mikrohidro dengan menggunakan turbin crossflow dan generator induksi 3 fasa ½ HP, sehingga masyarakat dapat menikmati pembangkit listrik dengan efisiensi tinggi yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari–hari. Tugas akhir ini dimulai dengan menganalisis karakteristik bentuk turbin mikrohidro yang telah dibuat, untuk menemukan titik-titik yang memerlukan perbaikan. kemudian bentuk turbin diperbaiki sesuai dengan hasil analisis tersebut sehingga mikrohidro yang dirancang pun diharapkan memiliki efisiensi yang tinggi.