// <![CDATA[ANALISIS NILAI EFISIENSI DAN PERBANDINGAN ANTARA ARUS NOMINAL DAN ARUS HUBUNG SINGKAT PADA SALURAN DISTRIBUSI CIRATA 70 kV]]> KHAIRUL ASLAM/11-2004-089 Penulis DR. Ir. Bambang Anggoro MT, Teguh Arfianto ST,
Laju pertumbuhan sosial, ekonomi, dan industri pada masa sekarang ini menuntut sistem ketenaga listrikan yang yang memiliki kehandalan yang sangat baik. Salah satu sub sistem dalam penyaluran tenaga listrik dari hulu hingga ke hilir adalah sistem distribusi. Kehandalan dari sistem distribusi dapat ditentukan dari nilai efisiensi dengan mengetahui besarnya susut daya pada sistem tersebut. Pembuatan laporan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui susut daya pada saluran, nilai efisiensi pada saluran, dan juga perbandingan besaran arus hubung singkat dan arus nominal pada saluran distribusi Cirata 70 kV. Untuk mengetahui nilai-nilai tersebut, penulis menggunakan pemodelan ETAP 4.0.0 Power Station. Output dari pemodelan tersebut berupa susut daya, efisiensi, dan nilai arus hubung singkat yang terjadi pada saluran. Berdasarkan hasil pengolahan dari data yang didapat, diperoleh nilai jatuh tegangan pada saluran distribusi yang berkisar antara 0,1 % - 6,01 %. Presentasi jatuh tegangan yang paling besar terdapat pada saluran PWKTA2 TO SBANG yaitu sebesar 6,01 %. Angka tersebut telah melewati batas toleransi jatuh tegangan ± 5 %. Pada penyaluran tenaga listrik, khususnya sistem distribusi banyak sekali terjadi gangguan dan salah satunya adalah hubung singkat (short circuit). Arus hubung singkat yang terjadi pada saluran bernilai berkali lipat dari nilai arus nominal yang dapat merusak komponen-komponen yang terdapat pada saluran. Untuk mengetahui nilai arus hubung singkat itu, kembali digunakan pemodelan menggunakan ETAP 4.0.0 Power Station. Hasil dari nilai arus hubung singkat itu dapat dijadikan acuan untuk menentukan jenis penghantar yang digunakan, circuit breaker rating, kapasitas arus pada penghantar, dll. Nilai perbandingan arus hubung singkat dengan arus nominal pada saluran distribusi Cirata 70 kV berkisar antara 1,2312 kali – 14,9171 kali. Nilai arus hubung singkat yang terbesar terdapat pada bus PWKTA2 dengan nilai arus hubung singkat sebesar 798,2 A.