// <![CDATA[BANDUNG CITY HOTEL]]> Ricky Pratama / 212005097 Dosen Pembimbing 1 IPW Thomas Brunner Ir.,MM Widji Indahingtyas Ir.,MT
Kota Bandung merupakan salah satu kota besar yang memiliki perkembangan sangat dinamis. Berkaitan dengan karakteristik lahan yang terbatas, dinamika perkembangan aktivitas di kawasan perkotaan menimbulkan persaingan antar pengguna lahan. Dewasa ini perkembangan pembangunan perhotelan di kota Bandung mulai marak. Di kota Bandung sendiri terdapat banyak bangunan peninggalan bangsa Belanda. Setidaknya lebih 1000 bangunan yang telah tercatat sebagai bangunan konservasi yang dicatat oleh satu organisasi independent Bandung Architectural Heritage Centre. Bangunanbangunan konservasi tersebut memiliki beberapa kategori antara lain kelas A, B dan kelas C. Salah satu kawasan yang memiliki bangunan konservasi dengan kategori kelas B yaitu Jl.Tamblong antara lain bangunan ex. Bank Pacific no.12-20 dan Penatu Kimia no.34 yang sampai sekarang masih tetap berdiri kokoh. Sedangkan pada kawasan jl.Asia Afrika juga memiliki beberapa bangunan konservasi. Bangunan zaman sekarang mulai bergeser dari yang namanya penghematan energi. Semua mengutamakan aspek estetika tanpa menimbang dan memikirkan bahan bangunan yang diterapkan pada desain. Padahal, jika dilihat efeknya tentu lebih banyak efek negatif yang ditimbulkan. Semakin banyak pemborosan energi, akan berdampak kurang baik untuk masa-masa yang akan datang. Perlu diketahui, bahwa masalah pemborosan energi secara umum sekitar 80% oleh faktor manusia dan 20% disebabkan oleh faktor teknis. Menggunakan energi secara bijaksana bukan berarti penggunaan energi harus mengorbankan kenyamanan. Energi merupakan hal yang mutlak di butuhkan pada bangunan seperti untuk pencahayaan, menyejukkan ruangan, keperluan alat-alat elektronik dan lain sebagainya. Hal ini kita dapat memanfaatkan matahari sebagai sumber energi alami. Untuk itu penerapan tema Efisisiensi dan Konservasi Energi akan berbanding lurus dengan ramah lingkungan. Dengan penggunaa tema ini pada bangunan dapat menerapkan anti Global Warming. Bangunan akan sesuai dengan lokasinya yang terletak di tengah kota Bandung, dan merupakan bangunan yang hemat energi.