// <![CDATA[PERANCANGAN DAN REALISASI SYSTEM DISCHARGE BATTERY MENGGUNAKAN MIKROKONTROLLER AT89S52]]> Seda Mukti / 11-2004-137 Penulis Sabat Anwari, M.T Joedy Wahjudi, Ir.
Discharge Battery merupakan suatu sistem yang berfungsi untuk membuang muatan arus listrik pada baterai. Sistem ini dapat mengecek sebuah baterai yang masih layak digunakan atau sudah tidak layak digunakan. Sebuah baterai yang sudah tidak layak digunakan akan semakin cepat mengeluarkan arus, jika tidak ditanggulangi dapat mengakibatkan kurangnya kinerja bahkan kerusakan pada rangkaian yang di supply oleh baterai tersebut. Rangkaian discharge battery ini dirancang dengan metoda comparator, dimana perbandingan tegangan terjadi pada mikrokontroller. Tegangan referensi yang dihasilkan oleh mikrokontroller akan membandingkan tegangan baterai yang telah di ubah oleh ADC supaya dapat di baca oleh mikrokontroller. Dari perbandingan tegangan ini akan menghasilkan output berupa suatu tegangan yang dapat memberikan kontrol pada rangkaian switch (mosfet). Tegangan referensi berfungsi sebagai tegangan pembanding dan tegangan yang dibandingkan merupakan tegangan baterai yang masuk pada mikrokontroller, tegangan baterai ini bersifat variable artinya tegangan ini akan menurun sesuai dengan pengosongan arus listrik pada baterai. Sistem discharge battery ini terdiri dari beberapa bagian, yaitu modul catu daya merupakan rangkaian yang memberikan supply tegangan pada rangkaian kontrol dan rangkaian lainnya. Yang kedua adalah modul ADC merupakan rangkaian yang dapat mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital. Yang ketiga adalah modul pengendali merupakan rangkaian yang dapat mengontrol kinerja dari baterai, artinya dengan membandingkan tegangan baterai dengan tegangan referensi maka modul ini akan berfungsi sebagai kontrol sesuai dengan input yang diberikan. Yang keempat adalah modul driver dan switch merupakan rangkaian yang berfungsi sebagai saklar untuk mengosongkan arus baterai. Dan yang terakhir adalah modul dummy load atau modul beban merupakan rangkaian yang terdiri dari resistor yang dipasang secara parallel, pemasangan resistor secara parallel dengan nilai tahanan yang sama dimaksudkan untuk memberikan nilai arus yang sama di setiap resistor. Hal ini dilakukan untuk menghindari panas yang berlebih dari pengosongan arus baterai. Pembuatan discharge battery ini dimaksudkan untuk selalu menjaga keaslian dari baterai yang digunakan pada suatu rangkaian karena alat ini mampu mengetes suatu baterai yang masih layak digunakan atau pun sebaliknya. Alat ini juga dapat memberikan penurunan tegangan dan penurunan arus yang terjadi pada baterai. Dengan adanya datadata tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa baterai tersebut masih layak digunakan atau sudah tidak layak lagi digunakan, dimana suatu baterai dikatakan baik apabila baterai tersebut dapat dikosongkan pada 0.2 kapasitas baterai dengan lamanya waktu 2jam-5jam (> 40% kapasitas baterai). Berdasarkan hasil pengujian fungsional sistem secara keseluruhan, sistem discharge battery ini dapat berfungsi dengan baik, dengan indikasi: Penekanan pushbutton untuk menampilkan tegangan referensi dan tegangan baterai sekaligus menentukan besar kecilnya tegangan referensi. Dan proses pengosongan arus baterai dapat bekerja sesuai dengan karakteristik suatu baterai yang dimulai dari kapasitas baterai tertinggi pada waktu tegangan puncak sampai dengan kapasitas terendah pada waktu tegangan cut off. Dari hasil ini dapat dikatakan proses discharge battry dapat bekerja dengan baik.