PERANCANGAN DAN REALISASI SYSTEM DISCHARGE BATTERY MENGGUNAKAN MIKROKONTROLLER AT89S52
Discharge Battery merupakan suatu sistem yang berfungsi untuk membuang
muatan arus listrik pada baterai. Sistem ini dapat mengecek sebuah baterai yang masih
layak digunakan atau sudah tidak layak digunakan. Sebuah baterai yang sudah tidak layak
digunakan akan semakin cepat mengeluarkan arus, jika tidak ditanggulangi dapat
mengakibatkan kurangnya kinerja bahkan kerusakan pada rangkaian yang di supply oleh
baterai tersebut.
Rangkaian discharge battery ini dirancang dengan metoda comparator, dimana
perbandingan tegangan terjadi pada mikrokontroller. Tegangan referensi yang dihasilkan
oleh mikrokontroller akan membandingkan tegangan baterai yang telah di ubah oleh
ADC supaya dapat di baca oleh mikrokontroller. Dari perbandingan tegangan ini akan
menghasilkan output berupa suatu tegangan yang dapat memberikan kontrol pada
rangkaian switch (mosfet). Tegangan referensi berfungsi sebagai tegangan pembanding
dan tegangan yang dibandingkan merupakan tegangan baterai yang masuk pada
mikrokontroller, tegangan baterai ini bersifat variable artinya tegangan ini akan menurun
sesuai dengan pengosongan arus listrik pada baterai.
Sistem discharge battery ini terdiri dari beberapa bagian, yaitu modul catu daya
merupakan rangkaian yang memberikan supply tegangan pada rangkaian kontrol dan
rangkaian lainnya. Yang kedua adalah modul ADC merupakan rangkaian yang dapat
mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital. Yang ketiga adalah modul pengendali
merupakan rangkaian yang dapat mengontrol kinerja dari baterai, artinya dengan
membandingkan tegangan baterai dengan tegangan referensi maka modul ini akan
berfungsi sebagai kontrol sesuai dengan input yang diberikan. Yang keempat adalah
modul driver dan switch merupakan rangkaian yang berfungsi sebagai saklar untuk
mengosongkan arus baterai. Dan yang terakhir adalah modul dummy load atau modul
beban merupakan rangkaian yang terdiri dari resistor yang dipasang secara parallel,
pemasangan resistor secara parallel dengan nilai tahanan yang sama dimaksudkan untuk
memberikan nilai arus yang sama di setiap resistor. Hal ini dilakukan untuk menghindari
panas yang berlebih dari pengosongan arus baterai.
Pembuatan discharge battery ini dimaksudkan untuk selalu menjaga keaslian dari
baterai yang digunakan pada suatu rangkaian karena alat ini mampu mengetes suatu
baterai yang masih layak digunakan atau pun sebaliknya. Alat ini juga dapat memberikan
penurunan tegangan dan penurunan arus yang terjadi pada baterai. Dengan adanya datadata
tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa baterai tersebut masih layak digunakan
atau sudah tidak layak lagi digunakan, dimana suatu baterai dikatakan baik apabila baterai
tersebut dapat dikosongkan pada 0.2 kapasitas baterai dengan lamanya waktu 2jam-5jam
(> 40% kapasitas baterai).
Berdasarkan hasil pengujian fungsional sistem secara keseluruhan, sistem
discharge battery ini dapat berfungsi dengan baik, dengan indikasi: Penekanan
pushbutton untuk menampilkan tegangan referensi dan tegangan baterai sekaligus
menentukan besar kecilnya tegangan referensi. Dan proses pengosongan arus baterai
dapat bekerja sesuai dengan karakteristik suatu baterai yang dimulai dari kapasitas baterai
tertinggi pada waktu tegangan puncak sampai dengan kapasitas terendah pada waktu
tegangan cut off. Dari hasil ini dapat dikatakan proses discharge battry dapat bekerja
dengan baik.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2010).PERANCANGAN DAN REALISASI SYSTEM DISCHARGE BATTERY MENGGUNAKAN MIKROKONTROLLER AT89S52 ().Teknik Elektro:FTI
Chicago Style
.PERANCANGAN DAN REALISASI SYSTEM DISCHARGE BATTERY MENGGUNAKAN MIKROKONTROLLER AT89S52 ().Teknik Elektro:FTI,2010.Text
MLA Style
.PERANCANGAN DAN REALISASI SYSTEM DISCHARGE BATTERY MENGGUNAKAN MIKROKONTROLLER AT89S52 ().Teknik Elektro:FTI,2010.Text
Turabian Style
.PERANCANGAN DAN REALISASI SYSTEM DISCHARGE BATTERY MENGGUNAKAN MIKROKONTROLLER AT89S52 ().Teknik Elektro:FTI,2010.Text