// <![CDATA[PENGENDALI LEVEL AIR PADA STEAM DRUM BOILER BERBASIS DCS (DISTRIBUTED CONTROL SISTEM)]]> EQI RIFQI FARISI / 11-2004-194 Penulis Nandang Taryana,.M.T Decy Nataliana,.M.T
Dalam dunia industri, salah satu tantangan dan menjadi isu utama adalah mengenai peningkatan kualitas produksi. Salah satu faktor yang berpengaruh dalam peningkatan kualitas ini adalah kondisi kestabilan proses itu sendiri serta seluruh individu yang terlibat dalam proses (operator, engineer, manajemen) yang secara berkelanjutan dapat meningkatkan performansi dan mengurangi keragaman pada proses. Salah satu plant yang digunakan pada proses pembuatan ACID (asam sulfat) adalah Boiler. Pada sistem umpan balik air Boiler dibutuhkan pengendali yang mampu menjaga kestabilan level air. Oleh sebab itu dilakukan sistem pengendalian berbasis DCS (Distributed Control Sistem) yang merupakan sistem kendali yang mampu menghimpun (mengakuisisi) data dari lapangan dan memutuskan tindakan yang perlu dilakukan untuk kestabilan sistem. Pada tugas akhir ini dilakukan analisis mengenai pengendali level air pada steam drum Boiler berbasis DCS Centum Vp Yokogawa. Boiler digunakan untuk menurunkan temperatur gas sulphur yang dilewatkan melalui tube-tube, dan memisahkan fluida antara fase gas (uap air) dan fase cair (air). Pengendalian level air pada steam drum boiler untuk menjaga kestabilan penurunan temperatur gas keluaran Boiler agar proses konversi tercapai. Sebagai indikasi bahwa pengendalian level telah berfungsi dengan baik adalah dengan mengukur pressure steam yang dihasilkan, besarnya temperatur, dan jumlah produksi steam. Pengujian dilakukan pada level air Boiler, pressure, temperatur dan melihat hasil produksi steam yang dihasilkan. Terdapat tiga kondisi pengujian yaitu pengendalian level sebelum menggunakan DCS yang dilakukan pada setpoint 55% dan pengendalian level air berbasis DCS dengan setpoint 70%, 60% dan 65%. Pengaturan nilai setpoint berdasarkan kondisi plant dan sistem kendali DCS pada Boiler Acid plant masih baru sehingga dilakukan perubahan nilai setpoint untuk mendapatkan kestabilan yang maksimum. Analisis sistem dilakukan dengan melihat respon waktu suatu pengukuran dan analisis statistik deskriptif sehingga dapat dilihat osilasi yang terjadi dan simpangan baku yang dihasilkan. Dari hasil pengujian pada kendali level air pada steam drum Boiler berbasis DCS Centum VP terdapat osilasi untuk setpoint level 70% sebesar 10,4% dengan osilasi maksimum 67,5% dan osilasi minimum 57,1% dan simpangan baku sebesar 2,98. Pada setpoint level 60% terjadi osilasi sebesar 6,6% dengan osilasi maksimum 62,3% dan osilasi minimum 55,7% dan simpangan baku 2.35. Dan pada setpoint level 65% terjadi osilasi sebesar 3,2% dengan osilasi maksimum 67,5% dan osilasi minimum 64,3% dan simpangan baku 0,95. Sedangkan osilasi yang terjadi sebelum menggunakan DCS sebesar 51%-59%, yaitu 8% dan simpangan baku sebesar 2,02. Sehingga osilasi dan simpangan baku setelah menggunakan DCS pada setpoint 60% (osilasi sebesar 6,6%) dan 65% (osilasi 3,2%) lebih kecil dibandingkan pada saat konvensional dengan setpoint 55% (osilasi sebesar 8%). Hal ini memperlihatkan bahwa pengendalian level telah berfungsi dengan baik sebab masih dalam range yang normal dengan mengacu pada nilai toleransi sebesar 10% dari nilai setpoint untuk menjalankan suatu proses produksi, dan steam yang dihasilkan dari Boiler berbasis DCS mengalami peningkatan produksi dari 64 ton menjadi 98,4 ton per 8 jam.