// <![CDATA[MOOI TUIN HOTEL SIMPANG LIMA]]> ARAS KASIWI / 212010035 Dosen Pembimbing 1 Dr. Ir. Nurtati Soewarno, MT Eka Virdianti ST,MT
Simpang lima Bandung dikenal sebagai pusat perekonomian, dimana bagian sudutnya memiliki bangunan Vigano karya arsitek Edward Cuypers. Vigano merupakan salah satu contoh bangunan cagar budaya. Oleh karena itu, memberikan peluang pembangunan hotel bisnis dengan mempertahankan bentuk Vigano sebagai solusi desain. Akan tetapi, lokasi site masih kurang pada pengembangan ruang terbuka hijau sehingga desain hotel mengambil tema dari arsitektur hijau yang memiliki kriteria yang memanfaatkan iklim tropis Indonesia sebagai sumber daya alami, desain bangunan yang menggurangi dampak lingkungan, teknologi daur ulang air kotor dan ekonomis secara operasional. Penggunaan kaca sunergy mampu menggurangi beban listrik dengan sumber cahaya yang masuk lebih banyak dan tingkat pantul lebih rendah sehingga menggurangi dampak lingkungan. Pengolahan air kotor dengan menggunakan bioceramic bisa dimanfaatkan sebagai penyiram tanaman serta tidak menimbulkan dampak buruk terhadap pembuangan limbah air kota. Penerapan taman yang berada di tengah kota memberikan konsep kenyaman bagi tamu hotel maka dari itu, Pengulangan bentuk Vigano dan taman menjadi salah desain utama Mooi Tuin Hotel yang berati dalam bahasa Belanda taman yang indah. Konsep ruang terbuka hijau pada landscape yang di sediakan secara untuk publik dan privat. Konsep podium dibuat lebih mirip pada bangunan Vigano pengulangan pada bentuk yang mengikuti kolom, dome hiasan dinding dan roof garden. sedangkan, Konsep tower menjadi latar belakang agar Vigano terlihat lebih menojol dibandingkan dengan bangunan hotel didesain mengikuti bentuk kolom yang diulang, kaca tranparan dan taman vertikal yang seakan memberikan orientasi ke arah Simpang Lima.