MOOI TUIN HOTEL SIMPANG LIMA
Simpang lima Bandung dikenal sebagai pusat perekonomian, dimana bagian
sudutnya memiliki bangunan Vigano karya arsitek Edward Cuypers. Vigano
merupakan salah satu contoh bangunan cagar budaya. Oleh karena itu,
memberikan peluang pembangunan hotel bisnis dengan mempertahankan bentuk
Vigano sebagai solusi desain. Akan tetapi, lokasi site masih kurang pada
pengembangan ruang terbuka hijau sehingga desain hotel mengambil tema dari
arsitektur hijau yang memiliki kriteria yang memanfaatkan iklim tropis Indonesia
sebagai sumber daya alami, desain bangunan yang menggurangi dampak
lingkungan, teknologi daur ulang air kotor dan ekonomis secara operasional.
Penggunaan kaca sunergy mampu menggurangi beban listrik dengan sumber
cahaya yang masuk lebih banyak dan tingkat pantul lebih rendah sehingga
menggurangi dampak lingkungan. Pengolahan air kotor dengan menggunakan
bioceramic bisa dimanfaatkan sebagai penyiram tanaman serta tidak
menimbulkan dampak buruk terhadap pembuangan limbah air kota. Penerapan
taman yang berada di tengah kota memberikan konsep kenyaman bagi tamu hotel
maka dari itu, Pengulangan bentuk Vigano dan taman menjadi salah desain
utama Mooi Tuin Hotel yang berati dalam bahasa Belanda taman yang indah.
Konsep ruang terbuka hijau pada landscape yang di sediakan secara untuk publik
dan privat. Konsep podium dibuat lebih mirip pada bangunan Vigano
pengulangan pada bentuk yang mengikuti kolom, dome hiasan dinding dan roof
garden. sedangkan, Konsep tower menjadi latar belakang agar Vigano terlihat
lebih menojol dibandingkan dengan bangunan hotel didesain mengikuti bentuk
kolom yang diulang, kaca tranparan dan taman vertikal yang seakan memberikan
orientasi ke arah Simpang Lima.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2015).MOOI TUIN HOTEL SIMPANG LIMA ().Arsitektur:FTSP
Chicago Style
.MOOI TUIN HOTEL SIMPANG LIMA ().Arsitektur:FTSP,2015.Text
MLA Style
.MOOI TUIN HOTEL SIMPANG LIMA ().Arsitektur:FTSP,2015.Text
Turabian Style
.MOOI TUIN HOTEL SIMPANG LIMA ().Arsitektur:FTSP,2015.Text