// <![CDATA[OTOMASI SISTEM PENGATURAN SUHU, KELEMBABAN, SIRKULASI UDARA DAN PEMUTAR PADA MESIN PENETAS TELUR DENGAN MENGGUNAKAN PLC TWIDO TWDLMDA20DTK]]> Niken Syafitri, S.T., M.T. Yanuar Firman Hadiatna /11-2005-027 Penulis Ratna Susana, ST.
Mesin penetas telur merupakan suatu alat yang berfungsi untuk menggantikan peran ayam betina dalam mengerami telur yang dihasilkannya Dengan mesin penetas telur, maka ayam hanya bertugas untuk menghasilkan telur dan membuahinya saja tanpa harus mengerami telurnya dan mengasuh anaknya (anak ayam) hingga dewasa. Dengan cara ini, periode bertelur ayam yang tadinya 4 bulan sekali dapat dipercepat menjadi 1-1,5 bulan. Apabila tiap periodanya kita anggap ayam menghasilkan telur dalam jumlah yang sama, maka bila menggunakan bantuan mesin penetas, ayam tiap tahunnya dapat menghasilkan telur empat kali lipat jumlahnya bila dibandingkan dengan ayam mengerami dan mengasuh anaknya sendiri. Sebuah mesin penetas yang baik harus memenuhi syarat empat faktor penting dalam proses penetasan telur. Keempat faktor tersebut adalah suhu yang hangat dan tidak fluktuatif, kelembapan yang ideal dan tidak fluktuatif, sirkulasi udara yang menyebar dengan rata, dan sistem pemutar yang dapat berputar searah dengan kecepatan dan perioda perputaran yang konstan dimana tiap perioda perputarannya hanya berputar sebesar 90°. Pada perancangan ini terdapat tiga bagian utama, yaitu bagian input, bagian processing dan bagian output. Untuk input digunakan limit switch, sensor suhu LM35 dan sensor kelembapan HMZ-333. Sedangkan untuk processing digunakan PLC TWIDO TWDLMDA20DTK keluaran Scheneider. Dan untuk output digunakan motor DC, heater, exhaust fan dan pompa air. Karena input dari PLC hanya dapat bersifat ON atau OFF saja, maka agar sensor suhu dan kelembapan dapat memberi sinyal kepada PLC apabila suhu dan kelembaban minimal dan maksimal sudah tercapai, digunakan rangkaian driver. Sedangkan limit switch digunakan untuk mengatur perputaran motor DC dalam memutarkan rak pemutar telur. Untuk meratakan sirkulasi suhu dan kelembapan di dalam mesin penetas, digunakan kipas keong yang diinstalasikan ke sistem sirkulasi udara dengan tipe ducting. Pada perancangan ini didapat range suhu di dalam mesin penetas adalah 37,34°C – 37,9°C, range kelembapan di dalam mesin penetas di-setting dalam dua range yaitu sekitar 50%-55%RH dan 70%-75%RH, sistem sirkulasi udara dirancang dengan sistem ducting, dan waktu rata-rata yang diperlukan oleh rak pemutar telur untuk berputar ¼ (satu per empat) putaran adalah 6,66 detik.