OTOMASI SISTEM PENGATURAN SUHU, KELEMBABAN, SIRKULASI UDARA DAN PEMUTAR PADA MESIN PENETAS TELUR DENGAN MENGGUNAKAN PLC TWIDO TWDLMDA20DTK
Mesin penetas telur merupakan suatu alat yang berfungsi untuk
menggantikan peran ayam betina dalam mengerami telur yang dihasilkannya
Dengan mesin penetas telur, maka ayam hanya bertugas untuk menghasilkan telur
dan membuahinya saja tanpa harus mengerami telurnya dan mengasuh anaknya
(anak ayam) hingga dewasa. Dengan cara ini, periode bertelur ayam yang tadinya
4 bulan sekali dapat dipercepat menjadi 1-1,5 bulan. Apabila tiap periodanya kita
anggap ayam menghasilkan telur dalam jumlah yang sama, maka bila
menggunakan bantuan mesin penetas, ayam tiap tahunnya dapat menghasilkan
telur empat kali lipat jumlahnya bila dibandingkan dengan ayam mengerami dan
mengasuh anaknya sendiri. Sebuah mesin penetas yang baik harus memenuhi
syarat empat faktor penting dalam proses penetasan telur. Keempat faktor tersebut
adalah suhu yang hangat dan tidak fluktuatif, kelembapan yang ideal dan tidak
fluktuatif, sirkulasi udara yang menyebar dengan rata, dan sistem pemutar yang
dapat berputar searah dengan kecepatan dan perioda perputaran yang konstan
dimana tiap perioda perputarannya hanya berputar sebesar 90°.
Pada perancangan ini terdapat tiga bagian utama, yaitu bagian input,
bagian processing dan bagian output. Untuk input digunakan limit switch, sensor
suhu LM35 dan sensor kelembapan HMZ-333. Sedangkan untuk processing
digunakan PLC TWIDO TWDLMDA20DTK keluaran Scheneider. Dan untuk
output digunakan motor DC, heater, exhaust fan dan pompa air. Karena input dari
PLC hanya dapat bersifat ON atau OFF saja, maka agar sensor suhu dan
kelembapan dapat memberi sinyal kepada PLC apabila suhu dan kelembaban
minimal dan maksimal sudah tercapai, digunakan rangkaian driver. Sedangkan
limit switch digunakan untuk mengatur perputaran motor DC dalam memutarkan
rak pemutar telur. Untuk meratakan sirkulasi suhu dan kelembapan di dalam
mesin penetas, digunakan kipas keong yang diinstalasikan ke sistem sirkulasi
udara dengan tipe ducting.
Pada perancangan ini didapat range suhu di dalam mesin penetas adalah
37,34°C – 37,9°C, range kelembapan di dalam mesin penetas di-setting dalam dua
range yaitu sekitar 50%-55%RH dan 70%-75%RH, sistem sirkulasi udara
dirancang dengan sistem ducting, dan waktu rata-rata yang diperlukan oleh rak
pemutar telur untuk berputar ¼ (satu per empat) putaran adalah 6,66 detik.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2010).OTOMASI SISTEM PENGATURAN SUHU, KELEMBABAN, SIRKULASI UDARA DAN PEMUTAR PADA MESIN PENETAS TELUR DENGAN MENGGUNAKAN PLC TWIDO TWDLMDA20DTK ().Teknik Elektro:FTI
Chicago Style
.OTOMASI SISTEM PENGATURAN SUHU, KELEMBABAN, SIRKULASI UDARA DAN PEMUTAR PADA MESIN PENETAS TELUR DENGAN MENGGUNAKAN PLC TWIDO TWDLMDA20DTK ().Teknik Elektro:FTI,2010.Text
MLA Style
.OTOMASI SISTEM PENGATURAN SUHU, KELEMBABAN, SIRKULASI UDARA DAN PEMUTAR PADA MESIN PENETAS TELUR DENGAN MENGGUNAKAN PLC TWIDO TWDLMDA20DTK ().Teknik Elektro:FTI,2010.Text
Turabian Style
.OTOMASI SISTEM PENGATURAN SUHU, KELEMBABAN, SIRKULASI UDARA DAN PEMUTAR PADA MESIN PENETAS TELUR DENGAN MENGGUNAKAN PLC TWIDO TWDLMDA20DTK ().Teknik Elektro:FTI,2010.Text