// <![CDATA[JADWAL PERAWATAN MESIN CETAK PM 74 MENGGUNAKAN METODE AGE REPLACEMENT DI PT. ADHICHANDRA DWIUTAMA]]> Dr.Ir. Kusmaningrum, M.T. Fifi Herni Mustofa, S.T., M.T. ANNISA NOVIANI PURNAMASARI /13-2012-111 Penulis
PT. Adhichadra Dwiutama merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industry percetakan seperti hang tag, kalender, brosur, flyer, dan lainnya.Terdapat berbagai mesin yang terlibat dalam proses produksi diantaranya mesin potong, mesin cetak, mesin pond, mesin emboss,mesin bor, dan spandex. Diantara seluruh mesin tersebut, mesin cetak memiliki peran penting karena termasuk mesin utama. Perusahaan ini memiliki 5 buah mesin cetak, salah satu nya adalah mesin cetak PM 74. Mesin cetak PM 74 merupakan mesin cetak offset sedang dan dan merupakan mesin satu-satunya yang memiliki kualitas dan spesifikasi paling baik. Namun, mesin ini adalah mesin yang paling sering mengalami kerusakan dan biaya yang dikeluarkan cukup besar. Dapat dikatakan bahwa apabila menggunakan mesin cetak Pm 74 hasil cetakan akan lebih baik dan produk yang dihasilkan bisa lebih banyak sehingga meningkatkan keuntungan perusahaan. Sehingga apabila terjadi kerusakan maka akan mengakibatkan kerugian bagi perusahaan, untuk itu diperlukan penjadwalan perawatan pencegahan yang optimal untuk meminimasi biaya yang dikeluarkan akibat kerusakan mesin. Metode yang digunakan untuk menghitung interval penggantian kerusakan adalah metode age replacement. Metode age replacement merupakan metode penggantian komponen berdasarkan umur komponen yang optimal (Jardine, 1973). Umur komponen yang optimal ditentukan berdasarkan ongkos terkecil. Berrdasarkan hasil perhitungan ekspektasi biaya penggantian pencegahan optimal untuk komponen dowsn belt yaitu pada interval 173 hari dengan ekspektasi biaya penggantian sebesar Rp.67.197,82/hari, komponen servo motor pada interval 100 hari dengan ekspektasi biaya penggantian sebesar Rp 34.508/hari, pada komponen Impression Cylinder pada interval 141 hari dengan ekspektasi biaya penggantian sebesar Rp.41.502,9/hari, komponen kontaktor pada interval 102 hari dengan ekspektasi biaya penggantian sebesar Rp.57.885,75/hari, komponen gripper interval 87 hari dengan ekspektasi biaya penggantian Rp.61.031,48 /hari, dan pada komponen gasket rie pada interval 85 hari dengan ekspektasi biaya penggantian sebesar Rp.43.718,24/hari.