// <![CDATA[STUDI KASUS PELUANG PENGHEMATAN KONSUMSI ENERGI PADA SISTEM PENYEGARAN UDARA DI HOTEL GRAND PREANGER BANDUNG]]> R PRIANGGA WAHENDA P /11-2004-025 Penulis Siti Saodah, MT, Syahrial, MT,
Energi listrik memiliki peranan penting dalam industri perhotelan. Peralatan pada system penyegaran udara merupakan peralatan yang banyak mengkonsumsi energi listrik. Untuk menanggulangi masalah tersebut dilakukan efisiensi energi. Dalam proses ini meliputi adanya audit energi yaitu suatu metode untuk mengitung tingkat konsumsi energi suatu gedung atau bangunan, yang mana hasilnya nanti akan dibandingkan dengan standar yang ada untuk kemudian dicari solusi penghematan konsumsi energi jika tingkat konsumsi energinya melebihi standar baku yang ada. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dan pengambilan data secara langsung di lapangan. Dengan menghitung nilai IKE (Intesitas Konsumsi Energi) pada konsumsi energi listrik selama satu tahun. Menganalisa kinerja dari Chiller pada kebutuhan BTU/h dan sistem refrigerasinya. Kemudian mencari peluang penghematannya dengan data temperature pada kondisi kerja Chiller dan temperature ruang yang dikondisikan sehingga dapat dianalisa peluang penghematannya, dilihat penggunaan Chiller per hari maka dapat dianalisa penghematan dengan mengatur jam operasional, dan menganalisa dari fluida yang digunakan apakah masih ada peluang untuk penghematannya. Kinerja pada Chiller didapat nilai Coefficient Of Performance (COP) yaitu sebesar 6,67. Nilai tersebut masih diatas batas minimum berdasarkan standar parameter dari merk Chiller sebesar 5,53, jadi bisa dikatakan Chiller masih bekerja dengan baik. Analisa peluang penghematan dengan rekomendasi mengatur temperature kondisi ruangan menjadi 230C dari 200C memperoleh nilai penghematan 239.242 kWH/tahun dengan nilai IKE menjadi 327,957 kWH/m2 per tahun, rekomendasi mengurangi sekecil mungkin pemakaian energy dengan mematikan Chiller selama 2 jam memperoleh nilai penghematan 88.560 kWH/tahun dengan nilai IKE menjadi 317,844 kWH/m2 per tahun, dan rekomendasi dengan mengganti refrigerant dari R 134a menjadi MC 134a memperoleh nilai penghematan 267.840 kWH/tahun dengan nilai IKE menjadi 287,261 kWH/m2 per tahun.