// <![CDATA[PERHITUNGAN VARIABEL RESISTANSI DAN ANALISA SIMULASI STARTING MOTOR INDUKSI SLIP RING 160 KW SEBAGAI PENGGERAK PADA BRIDGE CRANE 916 (BC 916) DENGAN METODA TAHANAN SERI ROTOR MENGGUNAKAN SIMULASI MATLAB 7.4]]> Syahrial M.T EDDRIN ADDRIANA/ 11 – 2004 – 130 Penulis
Motor induksi banyak dipergunakan dalam industri saat ini karena dalam penggunaannya motor induksi dapat dioperasikan dengan kecepatan yang bervariasi. Pengaturan kecepatan putaran motor induksi dapat dilakukan dengan beberapa metoda dan salah satu metoda yang digunakan adalah dengan mengatur pemberian R (tahanan) secara langsung. Motor induksi slip ring 160 kW merupakan motor dengan daya terbesar yang digunakan pada Bridge Crane untuk sistem alat pengangkutan di PT. Krakatau Steel (Persero) Cilegon-Banten dalam proses produksinya. Total Bridge Crane yang ada sebanyak7 buah, namun yang akan dibahas dalam penelitian ini hanya pada Bridge Crane 916. Masalah yang sering terjadi pada Bridge Crane adalah pada saat starting, dimana resistans starting sering panas atau terbakar, dan itu sangat merugikan pihak PT. Krakatau Steel dalam proses produksi. Pada tugas akhir ini akan di analisa kapasitas resistans starting dan waktu perpindahan saat start. Langkah pertama yang dilakukan adalah mengambil data name plate motor, besar tahanan seri rotor yang dipakai, serta data-data yang berkaitan dengan penelitian yang akan dilakukan. Setelah data-data didapat lalu membuat dan menentukan parameter rangkaian pengganti motor induksi slip ring 160 kW berdasarkan data-data motor. Langkah kedua adalah menentukan parameterparameter yang terdapat dalam metoda starting dan menentukan besarnya pemberian R (tahanan). Data-data dan perameter tersebut kemudian menjadi input dalam simulasi menggunakan Simulink Matlab 7.4. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian motor induksi slip ring 160 kW dengan beban nol, setengah beban penuh dan beban penuh. Setelah itu dilakukan analisa. Setelah dilakukan penelitian ini akhirnya didapat besarnya pemberian tahanan seri rotor sebesar 1,0274  , sedangkan besar tahanan seri rotor sebelum perhitungan sebesar 0,7955  . Dan setelah dilakukan analisa dengan simulasi, maka besar tahanan seri rotor sebelum perhitungan kurang memadai, sehingga menyebabkan resistans panas dan terbakar.